Maruko terbangun karena suara dering panggilan tapi panggilan itu bukan berasal dari hpnya. Dia mengerutkan alisnya sebelum membuka mata. Kebetulan hp yang berbunyi berada di nakas sampingnya jadi dia tidak perlu berdiri dari tempat tidurnya.
Dia melihat nama pemanggil seketika matanya terbelalak dan duduk dengan otomatis. Dia segera menjawab panggilan itu.
“Halo Osamu-san…”
Ada rasa bersalah dari suara Maruko. Dia melihat beberapa panggilan tidak terjawab dan semuanya berasal dari Osamu. Kemungkinan yang terjadi saat ini, Osamu sedang menunggu di depan apartemen mereka tapi karena tidak ada yang mendengar suara bel ataupun membukakan pintu, dia mulai menelpon semua orang.
Pertanyaan pertama yang Osamu tanyakan bukanlah, ‘Kenapa kalian baru bangun?’ atau perintah dan keluhan, ‘Aku sudah menunggu satu jam! Cepat buka pintu.’ tapi… “Jam berapa kalian tidur tadi malam? Setidaknya biarkan aku mengetahui sandi apartemen! Aku sudah menunggu berjam-jam di depan pintu.”
“Maap Osamu-san aku akan segera membukakan pintu.”
Setelah panggilan diputuskan, Maruko segera mencari pakaian yang layak. Saat dia sudah berpakaian dia mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Dia baru sadar jika Hanawa sedari tadi berada di kamar mandi.
Hanawa yang melihatnya berpakain langsung bertanya, “Kemana?”
Maruko berbalik dan melihat penampilan Hanawa yang tampan. Hanawa hanya mengenakan handuk untuk melilit pinggangnya yang menutupi sampai di atas lutut. Dia memiliki bentuk tubuh yang sangat indah seperti dewa-dewa. Keindahannya tidak bisa disampaikan dengan kata-kata. Meskipun Maruko sering melihatnya seperti ini tapi dia tidak bisa tidak tersipu malu setiap melihatnya. Karena itu benar-benar tampan!!!
“Ah… ada Osamu-san di depan.” Maruko menjawab pertanyaan Hanawa dengan sedikit gugup.
Hanawa mengangguk lalu tersenyum pada Maruko yang terlihat malu, “Biar aku yang membukakan. Kau bisa mandi dulu.”
Maruko mengangguk dengan malu dan segera masuk ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi dia mencoba menenangkan dirinya lagi.
.
.
.
Setelah pintu dibuka Osamu melihat penampilan Hanawa yang hanya mengenakan handuk, dia tidak menunjukkan kekaguman seperti yang dilakukan Maruko dia hanya mendecakkan lidah dan masuk tanpa disuruh.
Kali ini dia tidak memarahi Hanawa karena skandal terbarunya. Setelah empat tahun akhirnya rumor itu terverifikasi dan masih banyak penggemar yang kecewa tapi juga banyak yang mendukungnya. Osamu sama sekali tidak terkejut, sebenarnya dia sedikit berpikir bahwa media terlalu lambat untuk mengekspos hal ini dan dia kemari hanya untuk menanyakan pada Hanawa bagaimana dia ingin menjawab media.
Tapi meskipun masih agak terlambat, media sama sekali tidak main-main untuk mencari detail dan fakta-fakta, mereka bahkan tahu jika wanita yang dikencani Hanawa adalah wanita yang sama yang sempat terlibat rumor dengannya. Banyak orang yang terkejut dan memberikan komentar mereka.
“WOW!! Mereka sebenarnya masih bersama selama ini.”
“Aku pikir ini akan menjadi wanita baru, siapa yang menyangka mereka masih bersama setelah empat tahun?”
“Melihat hal ini… sepertinya aku jadi percaya lagi dengan yang namanya cinta!”
“Hot News!!! Mereka bahkan tinggal bersama!”
“Apa yang sebenarnya kalian ributkan? Hanawa hanya memiliki kekasih dan ini hal yang wajar, ini tidak seperti dia melakukan kejahatan! Tolong berhenti.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerpen Maruko dan Hanawa
Short StoryHanya sebuah fanfiction dari kartun Chibi Maruko Chan. Terutama kisah Maruko dan Hanawa yang memiliki romansa tersendiri. Bisa jadi ooc. Aku hanya meminjam nama dan sedikit karakter yang aku pahami dan kemungkinan besar karakter baru akan dihadirkan...
