TOD Part 2 (End)

1.2K 109 4
                                        

Esok paginya ada keributan di bagian bahan makanan.

“Oh tidak… bagaimana bisa seperti ini?”

Keributan yang terjadi disebabkan oleh buah-buahan yang terdampar di atas tanah dengan kondisi mengenaskan. Ada gigitan hewan hampir di seluruh buah. Tadinya buah-buahan itu akan dijadikan kudapan sebelum makan siang. Tapi karena sudah rusak itu artinya tidak ada kudapan.

Kemudian guru menanyakan siapa yang bertanggung jawab atas buah-buahan. Kelompok Maruko segera mengakui. Mereka dibawa oleh guru untuk ditanyai.

Rara, “Kami benar-benar telah menyimpannya dengan benar!”

Maruko dan Tamae adalah orang yang memastikan buah-buahan di simpan dengan benar.

Maruko menjelaskan kepada guru itu, “Kami menyimpannya di dalam kotak buah. Bahkan menindisnya dengan beberapa batu yang cukup berat. Bagaimana bisa terbuka lebar seperti itu?”

Ruru sepertinya ingat sesuatu, “Benar…! Sepertinya tempat kami menyimpan dan tempat buah-buahan itu ditemukan berada di tempat yang berbeda!”

Tamae juga mengingat sesuatu, “Sepertinya kemarin Maruo melihat kami saat menyimpannya.”

Maruo di panggil. Dia membenarkan jika dia melihat mereka telah menyimpan buah-buahan itu dengan benar. Karena Maruo ketua kelas yang jujur, guru pun mempercayainya dan membiarkan mereka pergi.

.
.
.

Maruko masih merasa kesal, dia dengan senang hati mengerjakan tugasnya kemarin hanya untuk melihat buah-buahan itu dengan sengaja di ambil oleh seseorang dan dimakan binatang liar.

Nana, “Aku masih merasa bersalah, meskipun bukan kita yang menelantarkan buah-buahan itu tapi tetap saja kita yang bertanggung jawab atas buah-buahan itu.”

“Mau bagaimana lagi? Kita juga tidak bisa melakukan apapun untuk menebusnya.” Tamae juga ikut merasa sedih.

Mereka menghela napas.

Ruru hanya bisa mengingatkan, “Ayo kita kembali berkumpul dengan yang lain. Mungkin saja akan ada tugas baru.”

.
.
.

Tugas baru mereka dibagi menjadi enam kelompok dengan enam orang dalam satu kelompok. Tugas ini bertujuan untuk melatih kerjasama diantara mereka.

Guru wali kelas berdiri di depan dan memanggil enam nama untuk setiap kelompok.

“Kelompok terakhir, kelompok enam. Anggotanya adalah Hanawa, Maruko, Miki, Tomo, dan Yui.”

Maruko kenal mereka semua, tapi dia hanya dekat dengan Hanawa jadi dia berdiri di belakang Hanawa.

Dia menghela napas dan sedikit berbisik pada Hanawa, “Untung saja di kelompokku ada Hanawa-kun.”

Hanawa mengangguk membalasnya, “Ya, untung saja di kelompokku ada Nona Sakura.”

Maruko jelas tidak masalah dengan panggilan itu. Tapi lain halnya dengan orang yang di belakangnya, Yui. Dia adalah gadis yang sangat menyukai Hanawa. Dia bahkan berusaha membuang rasa malunya hanya agar duduk di samping Hanawa saat di bus, tapi Maruko merebut tempatnya. Dia merasa bahwa Maruko adalah saingan cintanya dan ini telah dibuktikan dari permainan truth or dare tadi malam. Bohong jika dia tidak merasa krisis karena perkataan mereka. Dia benar-benar sangat ingin mereka dipisahkan sejauh mungkin.

Jika ada yang bertanya siapa yang menelantarkan buah-buahan, Ya dialah orangnya. Dia pikir jika Maruko mendapatkan masalah setidaknya dia akan dihukum dan tidak bisa mengikuti kegiatan lebih lanjut. Tapi perhitungannya salah! Dan dia menjadi marah! Untungnya dia juga satu kelompok dengan Hanawa. Ini adalah kesempatannya untuk memisahkan mereka!

Cerpen Maruko dan HanawaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang