Pemeran laki-laki kedua adalah seorang pengusaha kaya yang tampan dan ramah. Satu kelemahannya hanyalah dia terlalu sibuk. Dia selalu memperhatikan pemeran utama wanita dan membantunya dari kejauhan secara diam-diam. Tapi karena kelemahannya dia kalah dari pemeran laki-laki utama yang selalu ada di samping pemeran utama wanita. Ketika pemeran laki-laki utama dan pemeran wanita bersama, pemeran laki-laki kedua dengan tulus mendukung mereka. Dan ceritanya berakhir disitu.
Maruko membaca keseluruhan naskah, dia merasakan air matanya akan jatuh untuk pemeran laki-laki kedua. Cinta yang tulus hanya karena jarak diabaikan begitu saja!
“Kau sudah selesai membaca?” Tanya Hanawa.
Maruko mengangkat kepalanya melihat Hanawa. Matanya sudah berkaca-kaca. Kemudian dia sadar, calon pemeran laki-laki kedua kini ada di depannya!!
Dia dengan cepat menyerahkan naskah itu pada Hanawa.
Hanawa tersenyum dan mengingatkan, “Ini hanya fiksi.”
Maruko membantah di dalam kepalanya, ‘Omong kosong! Tiap peran yang kau mainkan akan berujung dengan kesedihan dan kesendirian. Semua orang akan terbawa emosi bahkan menjulukimu sebagai The Poor Man.’
Dia sangat penasaran, kenapa Hanawa selalu mengambil peran ini? Dia baru menjadi asisten Hanawa selama dua bulan. Selama itu kerjaan Hanawa hanya menjadi model dan ini pertama kalinya Maruko akan melihat Hanawa bermain dalam sebuah drama. Dua drama Hanawa yang terdahulu juga mengambil peran yang serupa. Yang dia tahu Hanawa pernah ditawari peran utama, tapi ditolak. Dia sangat penasaran dan tanpa dia sadari dia sudah bertanya.
“Kenapa Hanawa-kun selalu mengambil peran ini?”
Setelah mengatakannya Maruko akhirnya tersadar. Ketika dia ingin menarik kata-katanya lagi tanpa diduga Hanawa menjawabnya. Dan jawabannya sangat sederhana.
“Bukankah tempramen dan latar belakang mereka mirip denganku? Lagipula aku tidak ingin memiliki banyak kontak dengan lawan main.”
Maruko, “……?!”
Dia kemudian ingat dengan para model wanita yang ingin bertukar nomor namun kemudian ditolak dengan alasan agensi masih belum membolehkannya mengelola smartphonenya secara pribadi. Ini jelas kebohongan! Agensi mana yang akan berani membuat aturan seperti itu pada tuan muda Kazuhiko??
Tapi ini juga hal yang bagus. Skandal kencan bukanlah hal yang bagus di jaman ini. Hanawa baru debut selama dua tahun, masih banyak yang harus dilakukan. Dan menjaga image adalah hal yang wajib dimasa membangun karir.
Hanawa duduk di sebelah Maruko dan mulai membaca naskahnya lagi.
Manager masuk, dia terlihat membawa naskah. Maruko tahu apa yang harus dia lakukan, jadi dia berdiri dan ingin pergi. Tapi Hanawa menahannya.
“Kemana?”
Maruko melihat Hanawa dan Manager bergantian, seakan memberi tanda pada Hanawa. Tapi Hanawa tidak melepaskannya, dan memerintahnya untuk duduk lagi.
“Duduk.”
Dia hanyalah pekerja yang dibayar kenapa bosnya begitu sulit? Dia sedikit menyesali pekerjaannya.
Manager menghela napas, “Ini adalah naskah dari Sutradara Saburo. Kau sudah menolaknya sekali, tolong beri aku wajah kali ini.”
Hanawa tersenyum, “Osamu-san, bagaimana bisa aku tidak memberimu wajah? Kau sudah tahu apa saja syarat yang akan aku terima. Jadi peran apa itu?”
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerpen Maruko dan Hanawa
Short StoryHanya sebuah fanfiction dari kartun Chibi Maruko Chan. Terutama kisah Maruko dan Hanawa yang memiliki romansa tersendiri. Bisa jadi ooc. Aku hanya meminjam nama dan sedikit karakter yang aku pahami dan kemungkinan besar karakter baru akan dihadirkan...
