*Cerita kali ini akan menceritakan masa lalu dari cerita sebelumnya, kenapa Hanawa menyukai Maruko dan menjadi aktor…
***
Saat itu anak-anak yang baru memasuki sekolah dasar diantar oleh orang tua mereka. Maruko adalah salah satu anak itu. Tapi dia masih tidak berani melepaskan tangan ibunya untuk memasuki kelas barunya.
Ibu Maruko memperhatikan anaknya yang masih tidak mau melepas tangannya, dia berjongkok dan bertanya, “Ada apa? Apa kau takut?”
Maruko tidak menjawab tapi matanya yang sedikit gemetar memperlihatkan semuanya.
Ibunya menghela napas, “Kau tidak perlu takut, ibu akan menunggu di luar kelas.”
Tapi Maruko masih tidak ingin melepaskan tangannya.
“Kau lihat jendela itu?” Ibunya menunjuk jendela yang berada di sisi kelas.
Maruko mengikuti arah dimana ibunya menunjuk, dia bisa melihat banyak jendela disana.
“Kau bisa melihat ibu dari sana, jadi bisakah kau tidak khawatir lagi? Kelas akan segera dimulai. Jika gurumu datang ibu harus keluar. Bukankah kau ingin bersekolah seperti kakakmu? Sekarang kau akan memulainya jadi kau harus berani okei?”
Maruko dengan ragu mengangguk. Ibunya mengantarkannya ke tempat duduknya, lalu pergi ke luar kelas meninggalkan Maruko yang duduk dengan kaku di bangkunya. Sesekali dia akan melihat ke jendela, memastikan apakah ibunya masih ada disana atau tidak. Tapi karena ibunya masih disana jadi dia mulai rileks lagi.
Kemudian tak lama guru akhirnya datang. Dia seorang wanita muda yang cantik. Dia memperkenalkan dirinya sebagai wali kelas mereka dan menyambut mereka dengan ramah. Hal ini membuat kegugupan Maruko berkurang dan dia mulai menikmati sekolahnya.
Tak lama bel tanda istirahat berbunyi. Maruko menemukan ibunya dan meminta agar ibunya membelikannya jajan. Setelah memakan jajanannya Maruko akhirnya kembali ke kelasnya.
Tapi ada anak di depannya yang menjatuhkan sapu tangannya. Maruko langsung memungut sapu tangan itu dan memberikannya pada anak itu.
“Hey… sapu tanganmu tadi jatuh… ini aku kembalikan.” Kata Maruko dengan nada yang sedikit gugup.
Anak itu mengambil sapu tangannya dan saat dia ingin mengucapkan terima kasih, Maruko sudah keburu lari dan kembali duduk di kursinya. Dia ingin mendatangi Maruko tapi tepat saat itu guru masuk ke dalam kelas. Jadi dia hanya bisa kembali ke tempat duduknya.
Guru itu menjelaskan beberapa hal yang sebenarnya telah dia pelajari di rumahnya. Sesekali dia akan melihat ke arah Maruko yang tidak fokus dengan pelajarannya dan sesekali melihat ke jendela. Sepertinya dia memastikan ibunya berdiri di sana.
Hampir setiap orang tua murid berdiri di samping jendela dan mengamati anak-anak mereka tapi tidak dengan dirinya. Orang yang mengawasinya tidak lain adalah kepala pelayan di rumahnya, pakaiannya sangat mencolok dibandingkan dengan ibu-ibu yang berdiri. Tapi tidak seperti ibu-ibu yang memiliki kekhawatiran pada anak-anaknya, kepala pelayannya memiliki penampilan yang tenang.
Dia sedikit merasa iri, tapi dia sudah terbiasa dengannya. Lagipula ini tidak seperti orang tuanya sengaja meninggalkannya. Orang tuanya memiliki bisnis yang harus ditangani dan dari kecil dia harus terbiasa sendiri. Kelebihannya dia bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan tapi satu keinginannya yang jarang terjadi kehangatan bersama keluarganya…
Bel tanda akhir pelajaran berbunyi. Anak-anak mengatur barang-barangnya ke dalam tas. Semua anak sangat bersemangat dan mendatangi orang tua mereka di luar. Setelah Maruko selesai dia segera berlari keluar dan menuju ibunya, mereka pulang bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerpen Maruko dan Hanawa
Historia CortaHanya sebuah fanfiction dari kartun Chibi Maruko Chan. Terutama kisah Maruko dan Hanawa yang memiliki romansa tersendiri. Bisa jadi ooc. Aku hanya meminjam nama dan sedikit karakter yang aku pahami dan kemungkinan besar karakter baru akan dihadirkan...
