*Lanjutan cerita sebelumnya
Maruko baru dua bulan menjadi asisten Hanawa. Meskipun Hanawa seorang aktor tapi Maruko tidak termasuk dalam agensi Hanawa. Dia direkrut langsung oleh keluarga Kazuhiko untuk menjadi asisten Hanawa. Sebenarnya tidak banyak tes yang dia lakukan dan sebenarnya dia juga melakukannya dengan kurang baik.
Hanya saja saat penilaian akhir, Hanawa sendiri yang memilih asisten. Mungkin karena mereka teman sekolah, jadi Hanawa memilihnya. Dia masih tidak terlalu yakin.
Untuk dua bulan itu sebenarnya tidak ada masalah yang berarti. Tapi kemudian…
Judul berita yang dilihatnya pagi itu sebenarnya tidak terlalu mengejutkannya. Tapi saat dia melihat dengan jelas dari foto yang disertakan sebagai bukti. Dia ingin menyumpahi dirinya sendiri.
Sebenarnya berita-berita itu sudah tidak beredar di platform berita ataupun media sosial. Tapi pengiriman melalui grup chat tidak bisa berhenti.
‘Bagaimana bisa ini terjadi??!!!’
Setelah bersiap seperti biasa, dia keluar dari kamarnya dan melihat Hanawa yang meminum kopinya dengan tenang sambil melihat pemandangan diluar jendela.
Maruko berjalan perlahan dan tidak ingin gegabah. Dia bertanya dengan menekan kekhawatirannya.
“Hanawa-kun… berita ini.”
Tanpa diduga Hanawa menjawab, “Oh kau akhirnya mengetahuinya?”
Maruko merasa sedikit bersalah. Dia tidak terlalu memperhatikan berita kemarin dan judul berita itu tidak menyertakan nama Hanawa, jadi dia tidak tahu. Dia hanya memperhatikannya pagi ini setelah kakaknya menelponnya dengan gila.
Dia masih mengingat percakapannya dengan kakaknya.
“Katakan padaku apa yang terjadi. Apa Hanawa benar-benar berpacaran dengan seseorang?” Tanya Sakiko dengan membombardir Maruko.
Tapi Maruko membalasnya dengan heran, “Kakak, apa yang kakak bicarakan? Apa kakak mengigau.”
Sakiko merasa kesal dengan jawaban adiknya, “Astaga kenapa kau yang satu rumah dengannya tidak tahu apa-apa tentang hal ini!”
Lalu Sakiko mengirimkan beberapa gambar padanya. Ternyata itu adalah screenshot dari berita yang sebenarnya telah meledak dari kemarin.
Maruko terkejut melihat berita itu. Dia mengirimkan pesan pada kakaknya.
Maruko
Dimana kau melihatnya? Kenapa tidak ada berita yang terlihat di media?
Sakiko
Tentu saja itu sudah ditekan oleh agensi dan keluarga Kazuhiko. Tapi berita itu masih menyebar dari grup-grup chat.
Maruko dengan jujur mengatakan,
Maruko
Aku belum mengetahuinya sama sekali…
Melihat jawaban Maruko, Sakiko tidak lagi ingin bertanya dan menyudahi percakapan mereka.
.
.
Maruko mengangguk, “Ya, kakakku yang memberitahunya…”
“Jadi bagaimana menurutmu?”
“Ini tidak seperti yang mereka katakan… Apakah kau akan mengadakan konferensi pers?”
Hanawa menggeleng, “Tidak perlu, berita itu sudah ditekan. Hanya saja…” dia dengan sengaja menjeda kata-katanya untuk melihat reaksi Maruko yang terlihat gugup. Dia tersenyum melihat Maruko yang gugup, “Mungkin harus ada perubahan.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerpen Maruko dan Hanawa
Historia CortaHanya sebuah fanfiction dari kartun Chibi Maruko Chan. Terutama kisah Maruko dan Hanawa yang memiliki romansa tersendiri. Bisa jadi ooc. Aku hanya meminjam nama dan sedikit karakter yang aku pahami dan kemungkinan besar karakter baru akan dihadirkan...
