Hanya sebuah fanfiction dari kartun Chibi Maruko Chan.
Terutama kisah Maruko dan Hanawa yang memiliki romansa tersendiri.
Bisa jadi ooc. Aku hanya meminjam nama dan sedikit karakter yang aku pahami dan kemungkinan besar karakter baru akan dihadirkan...
Itu hari minggu yang cerah saat kejadian yang tidak pernah dibayangkan oleh Maruko akan menimpa dirinya. Dia hanya berjalan-jalan dan tiba-tiba hujun turun dengan cukup deras. Saat itu Maruko hanya bisa lari ke kuil terdekat dan berteduh disana.
Dia melihat seekor kucing yang tertidur di tengah. Karena rasa penasaran, dia menghampirinya. Dia tidak menyangka jika kucing itu terlihat sangat cantik. Dia kira kucing itu pasti peliharaan seseorang yang tersesat. Mungkin dia harus membawa kucing itu ke kantor polisi untuk menemukan pemiliknya.
Dia ingin mengelus kucing itu, tapi siapa yang menyangka jika kucing itu akan terbangun dan langsung melihat ke arah Maruko.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Maruko langsung terkesima dengan mata kucing itu yang bahkan membuatnya tampak sangat cantik. Warna mata kucing itu adalah biru langit dan terlihat sangat memikat. Maruko tidak bisa mengalihkan pandangannya dari mata kucing itu.
Hingga tidak tahu apa yang terjadi, saat Maruko membuka matanya dia bisa melihat pemandangan di sekitarnya seperti telah diperbesar puluhan kali.
Maruko, “……!!!”
Dia mulai panik dan ingin menggosok matanya tapi ketika dia melakukannya, dia merasa seperti tergelitik karena bulu halus. Saat dia memperhatikan apakah ada sesuatu ditangannya dia terkejut. Tangannya bukan lagi tangan manusia, tangan itu penuh dengan bulu dan cakar kecil. Itu kaki kucing!!!
Dia langsung terbangun seketika dan menyadari jika dia berdiri dengan empat kaki. Dia panik dan mulai bersuara, dia ingin berteriak memanggil orang-orang. Tapi suara yang terdengar hanya, “Meong~ meong~ meong~…”
Tak lama ada sepasang kaki yang berdiri di depannya. Belum sempat Maruko mendongak untuk melihat wajah dari pemilik kaki itu, badannya sudah diangkat. Dia merasa sedikit mual karena ketinggian yang tiba-tiba, tapi dia menahannya.
Dia tidak tahu dia akan dibawa kemana. Dia sudah mencoba beberapa kali untuk turun tapi dia tidak bisa karena pegangan orang itu padanya cukup ketat jadi sekarang dia hanya bisa pasrah sambil mencerna apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya. Tak lama dia tertidur.
Ketika dia membuka matanya lagi dia mendapati dirinya tertidur di sebuah bantal dan ditutupi dengan selimut halus yang nyaman. Suhu diruangan itu juga sangat nyaman, membuatnya sekali lagi ingin tertidur tepat saat itu dia mendengar suara pintu yang terbuka. Dia segera menjadi sensitif dan melihat ke arah suara.
Ada seseorang yang masuk ke dalam. Maruko akhirnya bisa melihat orang yang telah memungutnya di kuil. Ketika dia melihat wajah orang itu, dia tidak menyangka sama sekali. Ternyata orang itu adalah...
Dia dengan bersemangat turun dari bantal dan memanggil, ‘Hanawa-kun! Ini aku Maruko!’ Tapi sekali lagi suara yang keluar hanyalah, “Meong~ meong~ meong~”