(Latar waktu : Saat kelas 1 SMA)
Seminggu lagi hari valentine, anak-anak kelas membahasnya terutama para gadis.
“Hey kau akan memberikan coklat pada siapa pada hari valentine nanti?”
“Aku, tentu saja pada Hanawa-kun…” gadis itu tidak malu sama sekali untuk mengatakannya bahkan dia melirik Hanawa yang duduk di kursinya yang sedang membaca sebuah buku.
“Kau sangat berani…”
“Migiwa-san bagaimana dengamu?”
“Tentu saja aku akan memberikan coklat pada Hanawa-kun. Aku selalu melakukannya tiap tahun, dan Hanawa-kun selalu membalasnya tiap hari white day.” Dia sangat bangga, mengangkat dagu, dan dengan suara yang nyaring.
Maruko mendengarnya.
Dia melirik Hanawa di sampingnya. Lalu menghela napas.
“Tama-chan, bagaimana jika tahun ini kita bertukar coklat lagi?”
“Maru-chan… mm, tentu saja.”
Tamae anak yang baik, diam-diam dia telah menyiapkan coklat untuk Maruko dan untuk seseorang.
Hanawa melihat Maruko.
“Apa kalian akan memberikan coklat pada orang yang kalian suka?”
Maruko menggeleng, “Tidak, kami hanya akan bertukar coklat seperti biasa.”
Tamae dilain sisi tidak menjawab, namun wajahnya merona.
“Kenapa? Apa tidak ada orang yang kau sukai?”
Tamae, bersuara kecil, “Sebenarnya aku akan memberikan coklat pada seseorang…”
Maruko kaget dan melihat Tamae, “Benarkah Tama-chan? Itu bagus siapa orangnya? Tapi jika seperti itu kau tidak perlu memberikan aku coklat, itu hanya akan menyusahkan Tama-chan…”
“Tidak Maru-chan aku sudah menyiapkannya. Jadi kau tidak perlu khawatir.”
Maruko, ‘Tama-chan…. Bukan itu yang aku khawatirkan… Tama-chan berani untuk memberikan coklat pada orang yang dia sukai sedangkan aku…’ Maruko melihat Hanawa yang juga melihatnya. Dia menghela napas.
Hanawa, “…..?”
“Baiklah kalau begitu! Mungkin aku juga akan memberikan coklat pada seseorang.” Dia mencoba merubah suasana.
“Tapi, Maru-chan kau hanya bisa memberikan coklat pada orang yang benar-benar kau suka pada hari valentine.”
Maruko terlihat berpikir, “Kau benar… siapa yang benar-benar aku suka?” (kenapa kau menanyakannya pada orang lain?)
Hanawa akhirnya bersuara, “Itu mudah.” Maruko dan Tamae melihat Hanawa.
“Apa yang mudah Hanawa-kun?” Tanya Maruko.
Hanawa tersenyum, “Sakura, apa kau suka denganku?”
Tamae, ‘Uh… Hanawa-kun bukankah kau terlalu langsung?’ Tapi tetap saja dia penasaran dengan respon Maruko.
Bahkan Maruko menjawab tanpa berpikir, “Tentu saja! Hanawa-kun pria yang baik tentu saja aku menyukaimu.”
Hanawa tetap tersenyum, “Maka kau tinggal memberikan coklat padaku di hari valentine.”
“Kau benar!” Maruko senang masalahnya selesai.
.
.
.
Dia tidak menyadari apa yang dia katakan pada pembicaraan saat jam istirahat dengan Hanawa dan hanya mengiyakan namun dia baru menyadari saat dia berada di toko coklat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerpen Maruko dan Hanawa
Short StoryHanya sebuah fanfiction dari kartun Chibi Maruko Chan. Terutama kisah Maruko dan Hanawa yang memiliki romansa tersendiri. Bisa jadi ooc. Aku hanya meminjam nama dan sedikit karakter yang aku pahami dan kemungkinan besar karakter baru akan dihadirkan...
