HORROR MOVIE + Mini Komik

2.6K 152 23
                                        

Ini adalah akhir pekan yang telah ditunggu-tunggu oleh Maruko. Butuh waktu lama untuknya memilih pakaian. Dia hampir membongkar seluruh isi lemarinya hanya untuk menemukan pakaian yang akan dikenakannya.

“Tama-chan, apa menurutmu ini bagus?” Maruko mengenakan dress dan topi.

Tamae mengangguk, “Menurutku Maru-chan cocok memakai apapun.”

“Benarkah? Lalu bagaimana dengan wajahku? Apa ini terlihat berlebihan?”

Tamae menggeleng, “Maru-chan terlihat sangat manis.”

“Huh… aku begitu gugup. Sudah lama kami tidak berkencan…” Maruko menarik napas dan membuangnya, mencoba untuk merilekskan kegugupannya.

Tiba-tiba ada panggilan dari smartphonenya, Maruko melihat layar ponselnya, itu adalah panggilan asing dan dia mengabaikannya. Akhir-akhir ini dia sering mendapatkan panggilan dari nomor-nomor asing, entah itu mencoba mempromosikan barang, asuransi, dll. Hal ini sangat mengganggu, dia memutuskan ingin mengubah nomornya, namun dia selalu malas untuk pergi keluar dan menemukan nomor baru. Karena itu dia berencana ingin merubah nomornya saat kencan dengan Hanawa. Baru kemarin dia mengatakan permasalahan ini dengan Hanawa, dan Hanawa menyuruhnya untuk mengganti nomor bahkan dia ingin mengirim Pak Oto untuk memberikan Maruko nomor baru. Tapi Maruko menolaknya, dia merasa itu hanya akan merepotkan Pak Oto dan dia tidak mau merepotkan orang lain.

Maruko keluar dari asramanya, dan dia langsung melihat mobil Hanawa yang telah menunggu di depan.

Kaca mobil Hanawa turun, Pak Oto turun dari mobil dan membuka pintu belakang, Maruko segera masuk ke dalam mobil.

Maruko melihat Hanawa dengan pakaian kasual dengan sweater turtleneck putih dibalut coat berwarna cream dan celana jeans, penampilan Hanawa sangat menawan.

“Aku tahu aku tampan.” Dengan percaya diri Hanawa mengatakannya saat dia melihat pandangan Maruko padanya.

Maruko dengan malu membenarkan, “Benar, Hanawa terlihat sangat tampan.”

“Kau juga terlihat sangat cantik Baby.”

Maruko membenarkan, “Tentu saja, perlu waktu lama bagiku untuk memilihnya.”

Hanawa yang hanya memakai pakaian secara acak tertawa, “hahaha…” dalam pikirannya, ‘Sangat manis…

.
.
.

Mereka pergi ke gedung bioskop untuk menonton film horror yang direkomendasikan oleh Maruko yang menyukai film horror namun tidak berani untuk menonton sendiri. Tidak sebenarnya dia pernah mengajak Tamae namun langsung ditolak begitu saja, dan saat dia mengajak Noguchi ternyata Noguchi sudah menontonnya dan memberikan spoiler yang malah membuat Maruko semakin penasaran.

Saat mereka berada di depan bioskop, Maruko ingin menuju tempat pembelian tiket namun Hanawa menahannya. “Aku sudah membelinya.” dia melihat jam di tangannya. “Ayo masuk sudah waktunya.”

Maruko mengangguk dan mengikuti Hanawa dengan berpegangan tangan.

Di dalam ruangan teater tidak terlalu banyak orang, mungkin karena penayangannya sudah beberapa minggu jadi sudah tidak terlalu banyak orang yang datang.

Maruko dan Hanawa duduk di kursi paling atas bagian tengah. Dan sepanjang baris hanya ada mereka. Namun untungnya karena berada di paling atas Maruko bisa melihat kepala-kepala orang lain yang juga menonton. Dia sedikit gugup padahal filmnya belum di mulai yang muncul baru berupa iklan-iklan yang tidak diminati.

Setelah duduk Maruko menaruh minumannya di ujung lengan kursi. Dia memegang popcorn di sebelah kanan tangannya sedangkan tangan kirinya yang tanpa dia sadari mulai berkeringat memegang tangan Hanawa.

Cerpen Maruko dan HanawaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang