Maruko membuka matanya, dia merasakan suasana yang aneh dan basah. Dia merasa sekujur tubuhnya basah dan merasa tidak nyaman. Dengan pandangan yang masih buram dia mencoba menggosok matanya. Mengernyitkan dahinya, dia merasa bingung dengan lingkungannya.
Menguap, “Apa aku sedang bermimpi?”
Dia mencoba turun dari tempat tidur, tapi dia malah terjatuh. Bukan jatuh yang langsung menyentuh lantai, dia melayang. Dengan horor dia melihat kakinya dan mendapati kakinya sudah berubah menjadi ekor duyung.
“AAAAAAAAAAAGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!”
Teriakannya membangungkan seisi istana laut.
Tiba-tiba ada enam orang gadis di depannya. Mereka sangat cantik membuat Maruko memundurkan kepalanya. Bertanya-tanya kenapa mereka berada di depannya.
“Ada apa Ariel, kenapa kau berteriak?” Tanya salah satu dari mereka.
“Siapa Ariel?” Tanya Maruko bingung. Lalu dia melihat mereka semua tercengang. Dia melihat lagi ke kakinya, matanya melebar. Dia segera mengingat kejadian semalam.
.
.
.
Kejadian Semalam
Maruko dan Tamae baru saja selesai menonton film The Little Mermaid.
Tamae bertanya pada Maruko, “Maru-chan, apakah kau ingin menjadi Ariel? Dia sangat cantik dan suaranya sangat merdu.”
“Ya! Aku juga ingin sepertinya yang bisa menikah dengan pangeran Eric. Dia kaya dan tampan hehehe aku juga bisa mendapatkan gaun yang cantik jika bersamanya.”
Tamae melihat Maruko dan dalam pikirannya, ‘Maru-chan…. sepertinya pikiran kita tidak sejalan…’
“Hoamm, aku mengantuk aku akan tidur lebih dulu Tama-chan. Selamat malam.”
“Selamat malam Maru-chan.”
.
.
.
Di Meja Makan
Maruko melihat ‘kakak-kakaknya’ duduk di kursi, tapi itu tidak seperti duduk melainkan mereka melayang 10cm di atas kursi. Dia pelan-pelan menggoyangkan ekornya agar dia bisa berenang ke meja makan itu. Dia merasa aneh dan tidak bebas dengan kakinya.
‘Sepertinya aku harus menemukan nenek gurita itu agar aku segera mendapatkan kaki… ekor ini benar-benar membuatku merasa tidak bebas…’ Maruko menghela napas.
Dia tidak tahu bagaimana dia bisa berubah menjadi seperti ini. Yang dia percayai saat ini dia sedang berada di alam mimpi. Dan sepertinya dia harus menyelesaikan cerita ini. Sampai dia menikah dengan pangeran Eric.
Setelah berjuang dia akhirnya duduk di kursi. Dia benar-benar duduk, merasa kelelahan. Melihat piring-piring yang disajikan berisi rumput laut dengan berbagai gaya masakan, dia sama sekali tidak tertarik.
Tanpa sengaja dia berkata, “Apakah tidak ada makanan lain?”
Saudaranya yang memiliki rambut pirang kaget dan bertanya, “Ariel, ada apa denganmu hari ini? Apa kau sakit? Kau dari tadi bertingkah aneh.”
“Hah lupakan…” Mau tidak mau Maruko memakannya, dia ingin segera pergi.
Sambil makan Maruko memikirkan rencana, ‘Aku harus segera keluar dari sini, jika aku terus berada disini bagaimana aku bisa mengakhiri cerita ini? Tapi… apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar lupa plot film itu.’
Maruko keluar dari istana dengan sembunyi-sembunyi, melihat sekeliling, saat tidak ada orang dia segera berlari ke tempat persembunyian yang lain. Terus seperti itu, hingga seekor ikan menyapanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerpen Maruko dan Hanawa
Historia CortaHanya sebuah fanfiction dari kartun Chibi Maruko Chan. Terutama kisah Maruko dan Hanawa yang memiliki romansa tersendiri. Bisa jadi ooc. Aku hanya meminjam nama dan sedikit karakter yang aku pahami dan kemungkinan besar karakter baru akan dihadirkan...
