Bunga Sakura bergoyang tertiup angin, daun berguguran di atas rumput yang berembun. Pagi yang dingin untuk memulai hari tapi…
Maruko bangun di pagi hari, mengetuk pintu kamar Hanawa.
“Hanawa-kun! Buka pintunya.”
Hanawa yang sudah bangun dan memakai pakaian olahraga membukakan pintu, “Sakura ada apa?”
“Kau akan joging di pagi hari lagi?” Maruko bertanya dengan suara yang serak. Dia menguap karena masih mengantuk. Dia selalu ingin ikut Hanawa joging di pagi hari tapi dia akan marah jika dibangunkan di pagi hari dan hal ini membuat Hanawa menyerah untuk membangunkannya. Pada akhirnya Maruko tidak ikut joging dan melanjutkan tidurnya. Tapi di pagi itu juga dia melihat Hanawa membawa seorang gadis ke rumah. Gadis itu juga joging di pagi hari dan kebetulan melihat Hanawa dan ingin berlari bersamanya. Hanawa tidak berpikir itu masalah, lagipula tidak ada salahnya memiliki teman bicara ketika joging.
“Tentu saja.”
“Kenapa tidak membangunkanku? Bukankah kemarin aku mengatakan akan ikut berlari denganmu!”
Hanawa mengangkat sebelah alisnya, sepertinya ada yang lupa bagaimana dirinya menolak untuk bangun dan menangis mengatakan jika orang-orang mengganggu istirahatnya.
“Bukankah kau begadang tadi malam? Ayo lanjutkan saja tidurmu aku tidak akan mengganggumu.” Hanawa mengatakannya sambil mengacak-acak rambut Maruko.
“Aku tidak!”
Hanawa melihatnya dengan curiga.
“Aku ingin pergi joging dengan Hanawa-kun!”
Hanawa menyerah memutuskan untuk menunggunya, “Baiklah kau seharusnya bersiap-siap. Mengapa kau malah mengetuk pintu kamarku dengan baju tidur dan bantal di pelukanmu?”
Maruko dengan jujur, “Aku takut Hanawa-kun akan meninggalkanku.”
Hanawa tersenyum minta maap dan menjawab, “Maap. Aku tidak akan melakukannya lagi, nah sekarang kau harus bersiap dan aku akan menunggu di bawah.”
Maruko dengan gesit segera berlari ke kamarnya lagi dan mengganti bajunya dengan super kilat lalu mencuci mukanya dan menyikat gigi.
Pak Hide melihat Hanawa duduk di meja makan dan minum susu.
Dengan bingung Pak Hide melihat jam tangannya untuk memastikan lalu bertanya, “Bukankah biasanya tuan Hanawa seharusnya sudah berangkat joging, kenapa masih disini?”
Sebelum Hanawa menjawab, jawaban sudah datang. Maruko memanggil nama Hanawa dengan nada yang khawatir.
“Hanawa-kun? Hanawa-kun?”
Maruko melihat Hanawa masih duduk di meja makan dan merasa lega, “Setidaknya kau menjawab panggilanku!”
Hanawa tersenyum, “Ayo sarapan dulu, kau harus mengisi perutmu sedikit agar tidak kelaparan di jalan.”
Maruko segera duduk dan dengan patuh makan sarapan. Di tengah-tengah sarapan dia dengan ragu memandang Hanawa.
Hanawa menyadari tatapan dari Maruko dan segera melihat kembali lalu bertanya, “Kenapa?”
Maruko dengan rasa bersalah, “Apa aku memperlambat joging Hanawa-kun? Apa Hanawa-kun akan marah?”
Hanawa menggeleng, “Kenapa kau berpikir seperti itu? Aku senang kau akhirnya benar-benar ikut. Apa yang membuatmu rela bangun hari ini? Tidak seperti biasanya.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerpen Maruko dan Hanawa
ContoHanya sebuah fanfiction dari kartun Chibi Maruko Chan. Terutama kisah Maruko dan Hanawa yang memiliki romansa tersendiri. Bisa jadi ooc. Aku hanya meminjam nama dan sedikit karakter yang aku pahami dan kemungkinan besar karakter baru akan dihadirkan...
