Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Ca, coba tebak deh rasa sayang gue ke lo tuh kayak gimana” ucap Aska
“Ya kayak gimana?” tanya Aca
Mereka berdua masih duduk di lantai atas villa dengan menghadap pemandangan dari atas.
“Kayak powerangers”
“kok bisa?” tanya Aca bingung
Aska terkekeh “Iya, waktu ga ada monster, ga bakalan berubah”
Aca memicingkan matanya “berarti semisal ada monster, rasa sayang lo berubah gitu?”
Aska gelalapan, ia merutuki dirinya sendiri ‘sial salah gombalan gue!’
“eh engga gitu juga”
Aca menjawabnya dengan cibiran “hilih”
“ganti dehh. Rasa cinta gue ke lo tuh kayak tunggakan kredit tau ga?” aska kembali bersuara
“Berarti berbayar dong” jawab Aca dengan santainya
Aska mendesis kesal “Ya bukan gituuu, maksudnya awalnya kecil, didiemin, tau tau gede sendiri”
“oh”
“Heh kok oh doang si?”
Aca memutar matanya malas “Terus gue harus bilang Wow gituu?”
“engga juga si hehehe”
“Eh disini gue punya motor loh, mau keliling pake motor ga?” lanjut Aska
“Kok bisa ada motor?” tanya Aca
“sekitar 2 bulan yang lalu gue kesini naik motor, tapi pulangnya malah naik mobil. Jadinya motor gue yang satu itu gue tinggal disini. Tapi aman kok, banyak yang jagain” jelas Aska
Tibalah mereka berdua di halaman belakang villa, ada sebuah garasi kecil disana. Terlihat motor vespa berwarna kuning yang tampak mencolok diantara yang lainnya.
“Ini motor gue” ucap Aska
“Bagus loh inii” puji Aca
“Yaudah ayo naik” ajak Aska
Tiba-tiba terlintas ide di otak Aca Ia menyeringai menatap Aska