56|Percobaan

284 56 1
                                    

"Kou, semenjak disini kamu mengalami banyak peningkatan. Lanjutkan terus ya." Puji Agent Aliya seraya memberikan semangat.

"Baik Agent Aliya!"

Kou keluar dari ruangan untuk bergantian dengan teman-temannya yang lain.

"Bagaimana dengan hasilnya? Apakah memuaskan?" Ucap Rayn yang dari tadi menunggu di luar.

"Ya, syukurlah prestasi ku meningkat."

"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu." Jawab Rayn yang turut senang.

"Kou, semenjak kau datang...kenapa kau selalu memakai sarung tangan? Apakah kau selalu kedinginan? Tapi kenapa kau hanya memakainya di sebelah kiri saja?" Tambah Ryan sambil menunjuk ke tangan kiri Kou.

"Oh ini..." Kou lalu membuka sarung tangannya. "Tanganku putus lalu di sambung dengan tangan palsu."

"Putus? Bagaimana bisa?"

"Waktu itu aku sedang bertarung. Namun ada musuh yang menyerang dan sasarannya adalah tanganku. Alhasil tangan kiri ku putus dan di sambungkan dengan tangan palsu. Agar tidak ketahuan ini tangan palsu, aku pakai sarung tangan. Begitu..."

"Jadi begitu. Aku dengar, Tapops pernah menyerang kalian?"

Kou menghela nafasnya, "Ya, karena hal itulah aku kecewa kepada mereka pada saat itu."

"Tapi aku masih menghindari mereka. Aku takut mereka menangkapmu lagi. Mereka juga adalah orang-orang yang telah membunuh Naga Rei. Aku...hanya ingin dianggap oleh mereka. Namun mereka tidak menganggap ku. Boboiboy sendiri saja tidak sudi kalau aku masih ada di sana. Padahal dari dulu aku juga ingin pergi, namun Reverse melarang ku."

"Tidak apa-apa, sekarang kau aman disini. Jika mereka menyakitimu, kami akan melindungimu."

"Wah benarkah. Terima kasih kalau begitu."

"Kou." Panggil seorang anak perempuan dengan suara pelan.

Kou berbalik ke belakang dan rupanya orang yang memanggilnya adalah Olivia.

"Ada apa Olivia?"

"Hum...begini ada barangku yang rusak dan aku mencoba memperbaikinya. Namun tidak berhasil, bolehkah kau membantuku untuk memperbaikinya? Tapi kalau kau tidak bisa pun tidak apa."

"Waktuku senggang, jadi aku bisa membantumu."

"Benarkah? Kalau begitu terima kasih."

Rayn lalu berdehem, "Ok sebaiknya aku harus pergi karena ada tugas yang harus aku kerjakan. Aku permisi dulu." Rayn berlari ke ruangan kelasnya.

"Ayo kita ke kelas juga, Olivia-san."

"Eh...iya..."

Ruang kelas mereka tidak jauh dari sana, sehingga tidak harus terburu-buru.

Terdengar suara ponsel milik Kou berdering. "Maaf, Aku angkat telpon ku dulu." Kou mengambil ponselnya dari dalam saku celananya. "Nomor telepon siapa ini? Belanda?"

Kou mengingat-ingat apa ada orang yang ia kenal berasal dari Belanda. "Apa mungkin Marrie?"

Dari pada terus penasaran, Kou mengangkat panggilan tersebut.

[Selamat Pagi! Bisa saya bicara dengan Kou Cyclone? Apa benar ini nomornya?]

"Ya, saya sendiri. Maaf ini siapa ya? Jika saya boleh tau."

[Ini aku...Marrie. Akhirnya aku dapat berbicara denganmu lagi, Kou].

"Marrie? Apa ini benar-benar kau?"

𝐓𝐡𝐞 𝐄𝐧𝐝 𝐨𝐟 𝐭𝐡𝐞 𝐒𝐞𝐜𝐫𝐞𝐭Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang