48|Bertemu Kou

369 70 5
                                    

Setelah melihat kejadian Taufan di masa lalu,

"Kasian Taufan..." Ucap Gempa sambil tertunduk sedih. "Selama 7 bulan lamanya ia harus di ajari oleh Black Organization."

"Aku juga kasihan melihat Taufan di masa lalu, tapi bukankah ia seharusnya tidak mengkhianati kita. Dia kan juga sudah lama di Tapops." Bantah Fang.

"Iya, Fang ada benarnya juga. Eh tidak di sangka ini sudah jam 08:17 A.M." Sahut Solar seraya melihat jam tangannya.

Tiba-tiba jam tangan mereka terdapat hologram. "Selamat Pagi semuanya! Pagi ini kita semua akan pergi menjalankan misi. Kami meminta supaya kalian bersiap-siap merapikan diri kalian." Perintah komandan Kokoci seraya memberikan hormat Tapops.

"Baik Komandan!" Jawab mereka semua. "Ayo Komandan sudah memanggil!" Ajak Hali yang tidak ingin membantah perintah.

"Perasaan baru tadi kita balik kesini, eh sekarang malah ada misi. Fruhh~" Hela Gopal yang kelelahan.

Akhirnya Gopal menyerah saja dan turut serta dengan teman-temannya dengan perintah misi kali ini.

"Selamat datang di cafe kami! Senior Kou ingin memesan apa?" Sapa salah satu pelayan di sebuah cafe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Selamat datang di cafe kami! Senior Kou ingin memesan apa?" Sapa salah satu pelayan di sebuah cafe.

"Eh tidak usah pakai senior. Saya kan lebih muda daripada Abang." Elak Kou yang tidak terima di panggil senior.

"Tapi anda sudah sangat berjasa di planet ini. Maka dari itu kami harus memanggil senior, walau senior lebih muda dari pada kami."

"Ya udah deh. Kou mau pesan waffle dan mocchachino dengan creamy foam yang tebal dan banyak."

"Baik, mohon ditunggu. Kami akan berikan sesuai dengan keinginan anda." Pelayan tersebut pergi meninggalkan Kou.

Kou kembali melihat ke arah jendela. Saat ini ia duduk di dekat jendela, sehingga ia dapat melihat ke luar.

Ia teringat dengan seseorang. Ya seorang anak perempuan yang ia juga sekaligus anak Hytanic Excurre dan juga temannya pada saat itu.

'Bagaimana keadaanmu, Marrie. Aku harap kau baik-baik saja. Entah kenapa disaat waktu senggang, aku selalu mengingat Naga Rei. Setiap kali aku berbicara menggunakan bahasa Jepang, aku teringat dia. Aku harap kita dapat bertemu lagi, Marrie...'

Naga Rei adalah seorang temannya yang menjadi korban di sebuah pertempuran. Naga Rei adalah anak yang bisa di percaya oleh Kou. Ia selalu menyemangati Kou dikala dia sedih, susah ataupun sedang bahagia.

Jika ia punya waktu panjang yang ia tidak tahu harus berbuat apa, Kou selalu pergi ke makamnya. (Akan di jelaskan siapa mereka berdua di chapter yang akan datang).

"Senior Kou, ini pesananmu." Ucap Pelayanan tadi sehingga membuat Kou tersadar dari lamunannya.

"Eh...iya...terima kasih~" Pelayan itu kembali lagi untuk melanjutkan pekerjaannya.

Kou memotong waffle nya perlahan menggunakan pisau dan garpu. Tidak lupa sebelum makan ia juga berdoa.

"Nyumm~enak!" Puji Kou yang menikmati makanannya.

(Author: Jangan buat orang laper, ya. Aku belum sarapan nih T^T).

Balik lagi ke Tapops

"Komandan, tapi bahan bakar kita sebentar lagi akan habis. Kita harus mendarat di suatu planet untuk mendarat." Kapten Papa memberi tahu.

"Hm...baiklah. Kita harus mendarat terlebih dahulu." Ujar Laksamana Tarung.

"Terima kasih telah berkunjung, Senior!" Ucap salah satu pelayan perempuan. "Iya, sama-sama."

Kou berjalan menelusuri jalanan yang saat itu cukup ramai. "Pagi Senior! Sapa seseorang. "Selamat pagi juga untukmu!"

Kou terus berjalan dengan santainya. "Disini sangat menyenangkan! Bersih, tidak macet, orang-orangnya ramah, suka membantu. Wah bersyukurnya aku dapat tinggal disini^^"

Terdapat beberapa pohon bonsai di beberapa bahu jalan. "Wah bagusnya!"

Pesawat angkasa Tapops tiba-tiba di sebuah planet yang sebelumnya tidak pernah mereka kunjungi apalagi datangi.

"Planet ini kecil, tapi sangat maju. Keren!" Puji Blaze sambil melihat keluar jendela. "Iya, ini keren sekali!" Sahut Ying.

Mereka mendarat di suatu tempat dimana pesawat-pesawat diperbaiki dan mengisi bahan bakar disana.

"Laksamana, bolehkah kami jalan-jalan di sekitar sini? Kami penasaran dengan tempat ini. Tempat ini sangat bagus." Tanya Gopal yang sudah tidak sabar.

Laksamana berfikir sejenak. "Baiklah, sementara kami mengisi bahan bakar, kalian boleh jalan-jalan di sekitar sini."

"Terima kasih Laksamana." Jawab Yaya.

Mereka segera pergi untuk berkeliling sedangkan Laksamana Tarung dan Komandan Kokoci, dan Kapten Kaizo sedang menunggu giliran.

"Sepertinya main Jetpack disini seru." Ujar Solar sambil foto-foto. "Sepertinya begitu." Jawab Hali dengan datar.

"Pagi yang cerah di hari yang Indah." Kou masih saja jalan-jalan walaupun ia juga sempat beristirahat tadi.

"Tidak sangka, aku bisa keliling kota." Saat itu Kou sedang melihat kiri dan kanannya, tanpa ia sadari ia tidak sengaja mengenai orang lain.

"Aduh maafkan saya. Saya tidak berhati-hati. Maafkan saya." Ucap Kou sambil menunduk. Ia lalu mengangkat kepalanya.

'B-Bagaimana mereka bisa ada disini?'

Kou ingin sekali kabur dari sana. "K-kalau begitu...saya permisi." Kou menundukkan kepalanya.

"Tunggu! Bisakah kamu membantu kami berkeliling. Kami pendatang disini, jadi kami takut tersesat." Pinta Ice yang membuat Kou agak ragu.

'Bagaimana ini? Tapi aku takut mereka mengetahui ku lalu memasukkan ku ke penjara lagi. Aku tidak ingin di tangkap. Tugasku masih banyak disini. Kalau aku di penjara, tugasku nanti jadi ribet seperti dulu.'

"Apakah kau bersedia? Kalau tidak, tidak apa-apa kok." Lanjut Gempa lagi.

"Eh...eh...tidak begitu. Aku mau kok...membantu kalian kok." Jawab Kou terbata-bata.

"Tapi sepertinya dari tadi kamu berbicara agak terpotong-potong. Apa kamu sakit?" Tanya Hali memastikan.

"Aku sakit? Ahaha...tidak kok aku sehat. Cuma aku...agak aneh kali ini. Lupakan saja." Kou tertawa renyah agar tidak terlalu di curigai.

"Baiklah tolong bantu kami ya, sang tuan pemandu." Blaze dengan tidak bersalahnya berkata seperti itu.

"Pemandu?" Kou tertunduk sedih mendengarnya, Tapi mau bagaimana pun juga ia harus memandu mereka.

"Ih Blaze kalau aku lihat baik-baik, dia seumuran dengan kita deh. Masa kamu panggil dia tuan sih." Bisik Ice kepada Blaze.

"Eh...begitu ya. Ya sudahlah aku tidak akan memanggilnya tuan lagi. Tapi kalau misalnya ada yang manggil dia tuan muda bagaimana?"

"Itu beda lagi." Ujar Ice kesal. "Berarti sama aja dong kalau begitu."

"Iyain aja biar cepet." Ice malas mendengar ocehan terutama kepada Blaze yang sedang terkagum-kagum.

'Aku harap mereka tidak curiga.' Gumam Kou dalam hati yang sedari tadi hanya diam.








𝐓𝐡𝐞 𝐄𝐧𝐝 𝐨𝐟 𝐭𝐡𝐞 𝐒𝐞𝐜𝐫𝐞𝐭Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang