CHAPTER 21

9 3 2
                                        

Lama sekali dokter yang menangani Yura tak kunjung keluar.  Arya dan Nathan amat khawatir dengan keadaannya. Mereka mondar mandir kesana kemari.

"Kalian bisa duduk nggak? " celetuk Kepala Sekolah yaitu Bu Shinta.

"Iya bu.  Maaf. " ucap Nathan santun.

Merekapun duduk namun kaki mereka terus terussan bergerak karena khawatir.

Beberapa menit kemudian dokter itu keluar.

"Bagaimana keadaan murid saya dokter? " tanya Bu Shinta.

"Alhamdulillah murid ibu tidak terlalu mengeluarkan banyak darah di kepalanya.  Besok sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat." jelas Dokter.

"Alhamdulillah " ucap mereka bersama sama.

"Apa boleh kita jenguk dok? "  tanya Arya.

"Ya silahkan.  Saya permisi dulu. "

"Gue dulu!! "

"Paan sih lo!  Gue duluan yang nanya ke dokternya! " ucap Arya.

Nathan dan Aryapun terus terusan beradu mulut. Bu Shinta yang malas melihat mereka bertengkar terus menerus, langsung nyelonong masuk ke dalam IGD.

Nathan dan Aryapun yang sedang bergulat kini berhenti dan melihat kearah Bu Shinta.

Tanpa mereka sadari kini posisi Arya dan Nathan berpelukan. Sampai mereka sadar saat ada perawat lewat dengan tersenyum.  Arya dan Nathanpun saling menatap saling jijik. Wkwk.

"Heh!  Ngapain lo peluk gue?!  Suka lo sama gue??" ucap Arya.

"NAJIS!! " tukas Nathan dan langsung masuk ke ruang IGD.

Saat hendak mau masuk ke IGD. Arya teringat sesuatu.

"Eh gue belum kabarin Bang Leon!" ucap Arya seraya mengeluarkan ponselnya.

"Assalamualaikum kak. Maaf menganggu. "

"Waalaikumsalam. Kenapa Ya?  Tumben telfon. Yura nggakpapa kan? "

"Itu masalahnya kak. Yura tadi jatuh dari tangga sekolah sekarang ada di IGD." ucap Arya.

"Astaga!  Oke kakak kesana sekarang. Assalamualaikum. " sahut Leon.

Pasti bang Leon bakal marah besar ke Ima. Tapi ya..  Kenapa Ima pakek ngambek? Tadikan cuma Yura mau jatuh trus gue tolong. Apa salahnya? Ucap Arya dalam hati. Aryapun masuk ke ruangan Yura.

*di sekolah

"Ma..  Lo suka ya sama Arya? " tanya Keyra saat istirahat.

"Emm.. Kalo iya emang kenapa? " ucap Ima santai.

"Ya..  Gapapa sih.  Tapi lo nggak ngerasa gimana gitu sama Yura?" sahut Keyra.

"Maksutnya? "

"Emm nggak deh. Nggak jadi. Udah lupain aja. "

"Ohh.. Eh Key ntar pulang sekolah langsung ke rumah sakit ya?  Gue khawatir sama Yura. Hhmm gue salah banget tadi. Gue yang udah bikin Yura jatuh. " celetuk Ima.

"Iya gue sama Aji juga mau kesana. Ntar kita berangkat bareng bareng aja pakek mobil Aji. " tukas Ima dan diangguki Keyra.

"Si Aji kemana?  Tumben tu anak nggak nongol batang idungnya. " Celetuk Ima.

"Ada tugas ekstrakurikuler katanya lagi ngurus iven yang bakal diadain sekolah." jawab Keyra.

"Iven?  Iven apaan?  Kok gue baru tau. "

YURARYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang