Yura meletakkan tasnya diatas meja. Iapun melepas sepatu dan menaruhnya di rak. Lanjut ia menonton tv.
Ting tong ting tong
Suara bel rumah berdenting mengagetkan Yura, sampai cemilannya ikut tumpah. Padahal ia lagi serius seriusnya nonton drakor.
Yura membuka pintu dan ternyata itu hanya kakaknya yang baru pulang kerja.
"Iss ngagetin aja si kak, kirain siapa" kesal Yura.
Leonpun memasuki ruang tamu, dan melihat banyak makanan berceceran.
"Ra kok berantakan gini sih!" crocos Leon yang orangnya tuh suka sama bersih rapi nggak mau ada yang berantakan sedikitpun.
Yura memutar bola matanya lalu ikut memunguti makanan yang ia makan tadi. Sambil melirik lirik kakaknya ini.
Padahal lu bang yang bikin ini semua tumpah Ucap Yura dalam hati. Sabar.
Merasa ada yang melihatnya, Leon langsung menatap adiknya ini dengan mata elangnya yang sangat menusuk. Yura langsung memalingkan wajahnya dan cepat cepat membereskan makanan yang tumpah tadi.
Selesai dari itu Leonpun ke dapur untuk mengambil air putih.
"Bi lagi masak apa?" tanya Leon ramah.
"Ini masak masakan kesukaan Neng Yura-"
"Soup ayam dan ayam goreng!" ucap Bi Ida dan Leon kompak.
Mendengar ayam goreng Yura langsung menghampiri mereka berdua di dapur.
"Apaaa??" kata Leon, menggoda seraya mengangkat piring berisikan ayam goreng yang baru matang.
Saat Yura ingin merampass ayam itu dengan sigap Leon memundurkan tangannya agar tak bisa diambil oleh adiknya ini.
"Eitss no no no! Ini jatah kakak kamu soup ayamnya aja oke?"
Yura langsung melipat tangannya dan nengerucutkan bibirnya, kesell!!! Gemes liatnya, sampai Bi Ida dan Leon tertawa.
Makan malam tiba, namun kedua orang tuanya belum juga pulang dari kantor. Mereka selalu sibuk oleh pekerjaannya. Selalu pulang malem, jarang dirumah, akhir akhir ini juga jarang quality time bareng.
Leon dan Yurapun makan malam duluan, percuma menunggu, keburu makanannya dingin. Karna terlihat nggak rame Leonpun mengajak Bi Ida untuk bergabung makan bersama.
Awalnya Bi Ida tak mau karna terlihat nggak sopan, tapi karna permintaan Leon dan Yura Bi Idapun mau dan mereka makan malam bersama dengan diiringi canda tawa.
Selesai makan malam Leon, Yura, dan Bi Ida membereskan piring piring dan mencucinya. Karena sering ditinggal oleh orang tuanya dari kecil. Mereka berdua sudah terbiasa mandiri.
Selesai dari itu Leon kekamar dan menyibukkan diri dengan laptopnya. Kakaknya ini sangat pintar makanya dia bisa mempunyai perusahaan sendiri, ya walaupun awalnya perusahaan itu milik papanya.
Namun karna anaknya ini punya talenta untuk menggarap perusahaan ini bisa sukses dan maju. Maka saat ulang tahun, papanya memberi hadiah perusahaan untuk dikelolanya. Dan sampai sekarang? Perusahaan itu berhasil dan sukses dibawah naungan Leon.
Hebat bukan? Jika talenta papanya turun juga ke Leon. Bangga bukan punya anak seperti Leon? Pastinya!
Disisi lain Yura hanya rebahan di kasur dan mengotak atik hp.
Plak!
"aduhh" ucap Yura dengan mengelus elus mukanya karna kejatuhan hpnya sendiri. Bahkan itu terulang beberapa kali. Sampai sampai Yura putus asa dan memiringkan tubuhnya ke kiri.
Kalian pasti juga sering kejatohan hp. Wkwk. Capek juga ternyata kalau main hp terus. Lalu Yura mengambil biku biru dan menulis sebuah puisi. Nalar aja si buatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
YURARYA
RomanceFOLLOW DULU BARU BACA!!😂 Hai gais!! Hem.. Gini gini.. Menurut lo, gimana kalo temen lo suka sama orang yang lo suka? Ya.. Padahal temen lo sendiri tuh tau dan sadar kalo lo juga suka sama dia. Eh ternyata tanpa lo sadari orang yang lo suka itu...
