"Ciee yang tadi malem ketemu camer!" goda Leon.
"Apaan sih kak! Iri ya?? Makanya cari cewek!" balas Yura.
"Kok jadi kakak!! Eh gimana ketemu bokap nyokap Arya? Galak nggak?" celetuk Arya seraya duduk di dekat Yura.
"Galak banget kak parah!!! Tapi bo'ong!!! Mereka malah bobrok tau nggak! Yaa kayak Arya gitu.. keturunan!" sahut Yura seraya meminum teh.
"Owhh.. Kirain bakal galak. Kamu nggak ada kegiatan hari ini?" tanya Leon.
"Nggak. Hari ini mau tidur makan tidur makan tidur makan tidur..." jawab Yura seraya nyender dibahu Leon.
"Gimana kalo kamu ikut kakak aja ke kantor. Ya.. Cari pengalaman bisnis. Mau nggak?" ajak Leon.
Agak heran dengan Leon, biasanya juga dia berangkat sendiri, apa boleh buat? Yura juga malas jika dirumah saja. Kerjaannya hanya itu itu saja.
"Oke! Aku ikut. Jam berapa kak?" tanya Yura.
Leonpun menengok jam dinding dan terkejut.
"Udah jam 10!! Yura cepetan siap siaap!! Udah telatt!!!" ucap Leon dan langsung berlari kekamar.
"Kebiasaan!! Ceroboh banget!"
Udah lama banget aku nggak kesini! Sekali kesini lumayan banyak juga perubahan perubahan bagunannya.
Ucap Yura dalam hati.
"Papa sering kesini kak?" celetuk Yura saat melewati beberapa meja karyawan.
"Jaranggg.. Kalo ada kepentingan baru papa kesini. Yuk buruan masuk udah ditunggu klien!" tukas Leon seraya berlari kecil.
Leonpun membuka pintu ruang meeting. Menyadari jika ada yang kurang Leonpun mengingat ingat. Lah adeknya ketinggalan!
Akhirnya dia kembali dan keluar dari ruang meeting, kliennya jadi kebingungan. Yura yang diluar pintu hanya terus mengotak atik hpnya, tak menyadari jika Leon sudah masuk dan meninggalkannya.
"Ra! Ayo masuk!!" ajak Leon membuat Yura terkejut dan hpnya nyaris terjatuh.
"Lah? Aku juga ikut? Nggak ah disini aja! Kalo ikut masuk maluuu!!" tolak Yura.
Akhirnya Leon menyuruh Yura untuk masuk ke ruangannya agar bisa menunggunya disana. Beberapa menit telah berlalu namun Leon juga tak kunjung balik. Ternyata gini rasanya memimpin perusahaan yang telah sukses nan maju.
Agar tak bosan Yurapun melihat lihat pernak pernik yang ada diruangan kakaknya ini. Sangat rapi. Ada pohon kaktus mini di atas meja, dan juga tentunya ada fotonya dengan Leon.
Iapun beralih ke tatanan buku yang langsung mengingatkannya ke ruang perpustakaan di sekolah, yang sering ia kunjungi sewaktu istirahat.
Walaupun sebenarnya nggak ngerti apa yang dimaksud dalam buku tersebut, tapi ia mulai paham dengan perbisnisan.
Saat Yura membuka laci di meja bekerja, Yura amat terkejut ketika melihat foto kakaknya dengan wanita yang sepertinya tak asing lagi.
Mereka terlihat sangat dekat, apa mungkin...?? Saat itu juga Leon membuka pintu dan Yura langsung mengembalikannya ke tempat semula. Lantas ia langsung duduk di kursi Leon namun bokongnya meleset dan membuatnya terduduk dilantai.
Brak!
"Aww!" jerit Yura sambil memegangi bokongnya yang terasa sakit. Leonpun langsung menuju bangkunya dan ternyata adiknya ini sedang terduduk di lantai.
"Kursi kan ada ngapain duduk di lantai sih?" celetik Leon seraya membantu Yura berdiri.
"Siapa juga yang mau duduk dilantai!!! Gue jatohhh!! Maemunah!" teriak Yura membuat Leon yang tak kuasa menahan tawa kini tertawa terbahak bahak.
"Ketawa aja terus!" ketus Yura sambil duduk di dekat jendela.
"Iyaa maaff. Nggak sakit kan?" ceplos Leon.
"Ya abang pikirin aja kalo jatoh tuh sakit apa enggak!" tukas Yura yang masih memegangi bokongnya.
"Galak banget! Kalo sama keluarga sendiri ae galaknya minta ampun! Kalo diluar jadi pendiem! Konslet ni anak." gumam Leon.
Yura yang tentu mendengar perkataan sang kakak membalas dengan memukuli kakaknya dengan bantal sofa yang ada di dekatnya.
Leon terus mengaduh karena pukulan Yura yang begitu keras. Leon dan Yura bagaikan Tom and Jerry, berlarian kesana kemari.
Leonpun menyerah karena kelelahan berlarian. Pasalnya umurnya juga akan kepala tiga!
"Capek!!!" ucap Leon dengan ngos ngossan.
"Halo, ada apa Ma?" ucap Yura sedang telponan.
"Yur lo dimana? Gue kerumah lo tapi lo-nya nggak ada! Sia sia lah perjalanan gue!!" jerit Ima dengan kesal.
"Siapa? Mamah? Tumben nel-" celetuk Leon.
"Ima!" tukas Yura.
"Gue lagi di kantornya Bang Leon. Lo ketemu gue mau ngapain?" tanya Yura.
"Dikantornya Bang Leon? Ngapainn?? Eh tapi.. Gue ikutan kesana ya? Boleh ya??" Ucap Ima dengan memohon mohon.
"Iya kesini aja gapapa. Bang Leon pasti ngijinin kok. Gue tunggu. Byee." yurapun menutup telponnya dan kembali duduk dibangkunya tadi.
"Ngapain Ima kesini? Tumben banget." celetuk Leon.
"Aku juga nggak tau. Kak beli minum yuk di supermarket samping tuh. Haus bangett!!" tukas Yura seraya menarik paksa tangan Leon.
"Di kantin ada kok minuman!" tolak Leon namun tak disanggupi Yura. Yurapun spontan menarik tangan Leon secara paksa.
Setelah sampai di supermarket Yura langsung berlari ke arah minuman dan makanan yang begitu menggoda. Jari jarinya kini memilih yang akan ia beli.
Leon hanya melihat lihat, pasalnya Yura juga sudah tau kakaknya ini suka apa.
"Permisi mbak, saya mau ketemu Kak Leon sama Yura. " tanya Ima kepada resepsionis.
"Tadi baru saja keluar, katanya mau ke supermarket deket sini. Ditunggu saja mbak." jawab resepsionis tersebut.
Imapun duduk di sofa empuk warna coklat kalem. Selang beberapa menit seseorang membuka pintu kantor, ternyata Yura dan Leon sudah kembali.
"Yuraaa!! " panggil ima sedikit teriak.
"Raa minta punya kakak tadi dong. Makanan sama minumannya. " tukas Leon.
"Emang abang nitip? " goda Yura.
"RA!!" ketus Leon seraya melotot. Yurapun tertawa seraya memberi makanan dan minuman.
Leonpun menaiki lift dan keruangannya. Tinggallah Yura dan Ima di ruang tunggu. Yurapun membagi makanan yang memang sudah ia siapkan agar bisa ngobrol sambil ngemil.
"Kok senyum senyum gitu? Kenapa?" tanya Yura.
"Tau nggak gue tadi abis kemana?" seru Ima.
"Ke-kemana? " balas Yura.
"Gue... Abis double date sama Arya! Dan yaa sama Keyra.. Astaga!! Baru kali ini gue ngrasain jatuh cinta!! Huft...! " tukas Ima seraya menghabiskan snack, yang kebetulan snack favoritnya.
"Ohh gitu ya. " jawab Yura dengan menunduk.
Sekarang Yura bingung. Apakah dia memilih seseorang yang sudah lama ia sukai atau merelakannya dengan sahabat kesayangannya yang selalu ada, selalu menemani dikala suka maupun duka. Ini berat.
"Trus lo jadian sa-sama Arya? " tanya Yura.
"Belumm mungkin bentar lagi. Duh gue nggak sabar deh. Kalo bener gue sama Arya jadian! Lo senengkan kalo gue jadian sama Arya? " tukas Ima.
KAMU SEDANG MEMBACA
YURARYA
RomanceFOLLOW DULU BARU BACA!!😂 Hai gais!! Hem.. Gini gini.. Menurut lo, gimana kalo temen lo suka sama orang yang lo suka? Ya.. Padahal temen lo sendiri tuh tau dan sadar kalo lo juga suka sama dia. Eh ternyata tanpa lo sadari orang yang lo suka itu...
