"Arya!! Jangan ditutupin dong mataku. Ntar kalo gue jatoh gimana! Ja-jangan tinggalin gue!" crocos Yura.
Kini keduanya tengah berada disebuah restauran dan disuguhkan dengan danau serta kerlap kerlip lampu menghiasi pohon pohon. Sekaligus banyak tempat foto foto yang bagus.
"Gue tinggal ke toilet ya?" goda Arya.
"JANGANNN!! Tega amat ninggalin gue sendiri."
"Nggak-nggak kok gue masih disini. Gue cuma becanda. Sekarang lo berdiri disini. Dalam hitungan mundur lo bisa buka mata lo."
1
2
3
Yurapun membuka matanya, senyum cerah terpancar diwajahnya. Benar benar indah.
"Gimana suka nggak?" tanya Arya.
"BANGET!!!! Makasih ya" jawab Yura seraya memeluk Arya reflek!
Arya sampai terlonjak kaget karena tingkah cewek yang ia cintai ini. Tapi emang udah selalu dinanti nanti sih sama Arya akan kejadian kayak gini.
"E'ehh!! Maaf maaf! Reflek tadi.. Hehe.." Yurapun langsung tersadar bahwa dia sedang memeluk seorang Arya!
"Yaudah yuk duduk" suruh Arya seraya memesan makanan.
Hem Yak.. Yak..
Lo tuh selalu bikin jantung gue berdebar nggak beraturan tau nggak!
Lo yang tiba tiba pemarah.
Tiba tiba manis banget.
Tiba tiba juga kadar gilanya 100%
Ucap Yura dalam hati.
Dia selalu terbayang bayang dengan kejadian kemarin saat Arya mengajaknya malam mingguan. Itu momen yang nggak akan dilupakan oleh Yura!
Tiba tiba, terdengar suara pecahan piring. Yurapun terlonjak kaget dan langsung turun. Kebawah untuk melihat apa yang terjadi.
"Mah Pah! Ada apa lagi sih!" tanya Leon dengan emosi. Yurapun memegang lengan Leon dengan erat. Leonpun mengelus-elus tangan adiknya. Menenangkan.
"Nih mama kamu! Lagi lagi dia buat kesalahan yang sama!" tukas Wijaya.
"Mama? Papa bilang Mama yang salah?! Jelas jelas yang udah ngebatalin meeting Papa!" ketus Amira dengan deru air mata.
Masalah emang nggak ada habisnya. Lagi lagi mereka ribut, dan lagi lagi juga karena pekerjaan. Sampai sampai mereka lupa jika mereka mempunya putri yang harus dijaga dan disayangi. Kata Leon dalam hati.
"Udahlah Pah.. Mah! Kasian Yura! Sekali aja kalian bahagiain Yura!" ucao Leon.
"LEON!! Selama ini Papa dan Mama juga sudah bekerja keras mencari uang untuk siapa!? Hah? Untuk kalian!!" tukas Wijaya dengan emosi penuh.
"Tapi itu semua NGGAK CUKUP Pah!! Apa kalian nggak sadar? Kalau Yura juga butuh kasih sayang dari kalian! Kepedulian dari kalian!" ucap Leon tak kalah emosi.
"Kita sayang! Apa kalian juga nggak sadar? Kalau Papa dan Mama bekerja keras adalah sebuah bentuk bukti kasih sayang dari kami!" ucap Wijaya.
Yura tak kuat membendung air matanya, diapun menangis dalam pelukan kakaknya.
Kenapa kalian tega. Menjadikan uang sebagai bentuk sebuah kasih sayang. Ucap Yura dalam hati.
Dadanya sesak mendengar keributan ini lagi. Yurapun berlari menuju kamarnya, disusul Leon. Yura tak kuat melihat mereka ribut lagi!
"Yur.. Yuraaa!!" panggil Leon.
Leon kalah cepat dengan Yura. Yura langsung masuk ke kamar dan mengunci pintunya. Tak menanggapi panggilan kakaknya diluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
YURARYA
RomansaFOLLOW DULU BARU BACA!!😂 Hai gais!! Hem.. Gini gini.. Menurut lo, gimana kalo temen lo suka sama orang yang lo suka? Ya.. Padahal temen lo sendiri tuh tau dan sadar kalo lo juga suka sama dia. Eh ternyata tanpa lo sadari orang yang lo suka itu...
