"Hello epribadeeehhhhh. Yura comeback. Yey!! " teriak Ima disambut gemuruh tepuk tangan satu kelas.
Yura sebenarnya tak terlalu bergaul dengan teman teman satu kelasnya. Paling paling hanya dengan pengurus kelas itu pun jarang.
Namun berkat ada Ima. Yura bisa lebih rileks jika berhadapan dengan orang orang baru.
Maklum saja, Ima sangat ekstrovert sifatnya berbanding terbalik dengan Yura, yang sangat introvert.
Tinggal menghitung hari, acara camping akan dimulai. Semoga nantinya tidak ada kejadian kejadian yang tidak diinginkan,dan semua berjalan lancar.
"Oh iya Yur. Gue minta maaf ya soal lo jatoh kemaren. Gue kalut dan emosi banget. " maaf Ima
"Lo emosi? Kenapa? Cemburu? " curiga Yura.
"Ya iyalah cemburu Yur. Orang dia itu suka sama Arya. " ceplos Keyra.
"Eh lo kalo ngomong jangan jujur banget dong!! " sahut Ima seraya menoyor kepala Keyra.
"Oh jadi ada yang lagi jatuh cinta nih!! " goda Yura.
Ima hanya diam dengan pipi semburat kemerahan.
Pembelajaran pun dimulai. Semua sibuk dengan kegiatan masing masing. Lain halnya dengan Yura, yang dari tadi hatinya tak tenang, selalu ada saja yang ia pikirkan.
Yura menenangkan diri di dekat danau. Tanpa diketahui Nathan membuntutinya. Nathan takut Yura kenapa kenapa. Karna sikapnya Yura sangat berbeda.
"Gue tau kok. Lo suka kan sama Arya? " celetuk Nathan mengagetkan Yura yang tengah duduk di tepi danau.
"Dari mana lo bisa tau kalo gue disini. Lo ngikutin gue?" tanya balik Yura dengan tak menatap lawan bicaranya.
Nathanpun duduk di samping Yura. Merilekskan tubuhnya dengan menghela nafas.
"Iya. Gue tadi liat lo di kelas kayak kurang fokus dan banyak pikiran. Lo tadi juga gue ajakin pulang bareng nggak mau. Makanya gue khawatir dan ngikutin lo sampek sini. Kok gue nggak asing ya sama tenpat ini. Kayak pernah kesini. " jelas Nathan panjang lebar.
Tumben banget ngomong banyak.
Selang beberapa menit, suasana hening seketika. Nathan bingung kenapa Yura tak merespon. Ia pun sedikit menunduk untuk melihat wajah Yura. Ternyata dari tadi Nathan ngomong Yura malah tidur.
Nathan melepas jaket yang ia kenakan dan ia pergunakan untuk menyelimuti tubuh Yura. Nathanpun melihat lihat sekelilingnya. Pemandangan yang sangat mengagumkan.
Saat Nathan melihat ke sebelah sisi kiri. Terlihat rumah pohon yang usia nya lumayan lama. Nathan mencoba masuk ke dalam rumah pohon tersebut.
Dari atas sini, pemandangannya tambah mempesona dan terlihat sangat jelas. Nathanpun melihat pernak pernik yang ada dalam rumah pohon tersebut.
Banyak sekali surat surat yang ditempel di kayu. Sekarang dia ingat, ini adalah rumah pohon yang sering ia gunakan bermain dengan Yura.
Ternyata masih rapi dan bersih. Yura sangat menjaga ini semua. Ucap Nathan dalam hati.
Ia pun membaca sekilas surat surat itu. Banyak sekali ucapan kerinduan Yura untuk Nathan. Senyum manispun mengambang di wajah Nathan.
"THANN" teriak cewek itu.
Nathan pun melambaikan tangannya pertanda dia disana. Yura terkejut melihat Nathan sudah di atas padahal banyak sekali surat yang ia tulis dan belum ia sembunyikan.
Paasti udah dibaca semua nih!
"Cie yang selalu nungguin gue pulang ke Indonesia." goda Nathan dengan tersenyum.
"Jangan bilang lo udah baca semuanya? "
"Nggak kok baru setengahnya. "
"Itu banyak banget." ucap Yura dengan sedikit merengek.
Yurapun mengambil semua surat surat itu dan memasukkannya ke dalam salah satu box warna warni. Setelah itu Yura langsung menarik lengan Nathan untuk turun ke bawah.
"Eh tunggu tunggu. " henti Nathan
Nathan melirik Yura dan benda itu secara bergantian. Dengan sigap Nathan mengambil boneka beruang itu dan berlari turun ke bawah.
"Eh! Nathan balikin!!! NATHAN!! Balikin!!! " teriak Yura seraya berlari mengejar Nathan.
Mereka seperti Tom And Jerry yang selalu kejar kejaran. Dengan banyaknya pohon pohon serta angin sepoi sepoi dekat danau. Rasanya lari 1 hari pun tak akan merasa lelah, apalagi larinya dengan orang yang kita sayang.
Sampailah mereka dirumah Yura. Hari mulai gelap, Nathan pun pulang.
"Ati ati!! " teriak Yura.
"Eh baru pulang Ra. " tanya Leon yang tengah santai dan tak ada lagi raut wajah yang lesuh seperti kemarin.
"Abang juga udah balik. "
"Hah balik gimana maksutnya? " bingung Leon.
"Balik sifatnya! " Yura kangsung berlari menuju kamarnya dengan tertawa keras.
Leon hanya menatap Yura dengan melotot.
Keliatan banget apa. Kalo gue udah baik baik aja? Ucap Leon dalam hati.
Masalah Leon sebenarnya tak begitu rumit. Ia waktu itu hanya sedang berantem dengan Nala. Semacam hanya beradu mulut karna perbedaan pendapat. Dan itu hal yang wajar sebenarnya.
Karna mereka sudah sama sama dewasa. Apa gunanya berantem? Apalagi mereka selalu bertemu untuk membicarakan kerja sama.
Leon tau waktu itu dia yang salah karna kalut dengan emosinya. Dan Nala juga tau kalau ia juga salah karna Nala sedikit egois dalam berpendapat.
Dan akhirnya tadi mereka bertemu untuk berdamai dengan kepala dingin. Ya, itu membuahkan hasil yang memang mereka inginkan.
Semburat senyum di keduanya seketika merekah. Dan tak ada lagi rasa canggung untuk berucap.
Pagi yang cerah, matahari bersinar cerah, bak tau suasana hati Yura saat ini.
Momen yang di tunggu tunggu akan segera tiba. Tinggal menghitung hari saja. Lama tak jumpa dengan alam, Yura amat rindu dengan suasana sejuknya. Ingin segera ia melepas kerinduannya.
"Woy!!! " teriak Ima tepat di telinga Yura.
"Astagfirullah "
"Lagian lo senyum senyum sendiri. Ngelamunin apaan??" curiga Ima.
Yura melirik Keyra dan mengangkat salah satu alisnya.
"KEPO! " Ucap Yura dan Keyra barengan dengan tertawa dan meninggalkan Ima.
"iihhh kok gue di tinggal siiii " teriak Ima.
Jam istirahat kedua berdenting, para murid berhamburan keluar kelas.
Tak terkecuali circle Yura. Momen yang di tunggu tunggu akan segera tiba. Ima sangat antusias menyambutnya. Sampai sampai ia sudah mempersiapkan sejak jauh jauh hari.
"Gimana guys persiapan kalian? "Ucap Aji.
"Gue si baru nyiapin baju baju yang bakal dipakek. Belum makanan minuman. Daaannnn banyak banget deh!!!!" Sahut Ima.
"Mulai nih, jiwa ribet nya." gumam aji.
"Yeee!!! biarinnn. Lo gimana Yurr?? " tanya Ima.
"Emmm. Blom tau, gua masih bingung. Paling nanti disiapin bang Leon. tau sendiri kan Bang Leon gimana. Posesif!" ucap Yura seraya menghela napas.
........................................................................................................................................................
HAI GAISS MAAF YA LUAMAK BANGET NGGA UPDATE.
LAGI PERSIAPAN MASUK SMA NIH!!!
ADA YANG SAMA ?
KALO IYA SHARE DONG KALIAN KETRIMA DI SMA MANA??
ATAU YANG LAGI KULIAH??
xixiixi SALAM KENAL SEMUAAAAA
KAMU SEDANG MEMBACA
YURARYA
RomanceFOLLOW DULU BARU BACA!!😂 Hai gais!! Hem.. Gini gini.. Menurut lo, gimana kalo temen lo suka sama orang yang lo suka? Ya.. Padahal temen lo sendiri tuh tau dan sadar kalo lo juga suka sama dia. Eh ternyata tanpa lo sadari orang yang lo suka itu...
