22. Penyatuan Ternikmat

11.5K 651 51
                                        

Warning! Mature content!

***

Akbar tergesa melepas kaus yang membungkus tubuh tegapnya. Ia juga menurunkan celana pendek dan celana dalamnya sekaligus. Bibirnya pun melengkungkan senyum manis manakala melihat raut wajah terkejut Shanum saat mata istrinya itu menatap ke arah kejantanannya.

Tatapan mata Akbar tertuju pada tubuh polos Shanum yang seluruh pakaiannya telah ia lucuti, tergeletak pasrah di tengah-tengah ranjang. Jakunnya bahkan naik turun ketika melihat betapa seksi dan berlekuknya tubuh sang istri.

Tanpa berniat membuang waktu dan memang tak ingin berlama-lama, Akbar pun menaiki ranjang untuk menghampiri Shanum. Ia merangkak dan memposisikan dirinya di atas tubuh sang istri dengan menjadikan sikunya sebagai tumpuan berat badanya. Keduanya sama-sama tersenyum manis seiring dengan bibir mereka yang perlahan mendekat dan bertaut.

Kali ini Akbar mencium bibir Shanum dengan begitu buas. Ia tak berniat menahan diri lagi. Sementara Shanum hanya menerima ciuman dari Akbar seraya menggerakkan bibir dan lidahnya untuk membalas ciuman suaminya itu.

"Nghh..." Tanpa sadar Shanum melenguh pelan manakala Akbar mengecup leher dan menjilat daun telinganya. Sementara tangan suaminya itu sudah mengelus dan mempermainkan puncak payudaranya. Karena tak ingin merasa kalah, Shanum pun juga menggerakkan tangannya di atas dada Akbar dan mengelusnya sensual.

Tubuh Shanum meremang ketika merasakan kepunyaan Akbar di bawah sana sudah semakin mengeras. Sementara wajah suaminya perlahan turun menuju dadanya. Dan benar saja, kini Akbar sedang mengecup payudaranya dan memasukkan ujungnya ke dalam mulut tanpa menyedotnya.

"Kamu cantik, Sayang. Benar-benar cantik," puji Akbar setelah ia melepaskan bibirnya dari payudara Shanum. Sekarang ini tangannya bergerak menuju pangkal paha Shanum dan membelainya lembut. Bisa ia rasakan kalau tubuh istrinya itu sempat meremang namun berhasil ia tenangkan.

Shanum menggelinjang geli tapi juga nikmat saat Akbar memasukan dan menggerakkan jari telunjuknya di bawah sana. Tangannya pun refleks meremas pundak sang suami seiring dengan tubuhnya yang begertar. Sementara Akbar, ia hanya tersenyum begitu melihat istrinya yang tampak sangat menggairahkan. Ia pun melabuhkan bibirnya di atas bibir Shanum lagi. Sedangkan jari-jari tangannya masih asyik mempermainkan inti tubuh sang istri.

"Abang..."

Shanum mendesah lirih seraya menyebut nama Akbar kala tubuhnya terasa bergetar hebat. Bagian bawahnya pun sudah semakin berdenyut nikmat. Hingga rasa-rasanya ia akan mengalami pelepasan.

Akbar yang menyadari kalau Shanum akan segera sampai pun kian mempercepat gerakan jarinya. Ia mendorong dan mengocoknya cepat hingga tak lama kemudian, Shanum mengerang panjang disusul oleh keluarnya cairan pelepasannya.

Ketika Shanum sudah mulai rileks, Akbar pun mempersiapkan diri. Ia mengocok miliknya sesat sebelum memasukkannya ke dalam milik sang istri. Ia juga sengaja menggesekkan miliknya itu di pangkal paha Shanum sebelum memasukkannya.

"Kamu siap, Sayang?" tanya Akbar disertai senyuman manisnya begitu melihat Shanum yang sudah sangat berhasrat. Alhasil setelah mendapat anggukan dari sang istri, Akbar pun mulai mendorong miliknya memasuki Shanum. Ia sempat mendesis karena milik Shanum terasa begitu sempit dan ketat.

Shanum melingkarkan tangannya melingkari pundak Akbar. Ia juga memejamkan mata saat akhirnya miliknya dan milik Akbar bertemu. Rasa sesak juga nikmat langsung menyambutnya ketika sudah diisi oleh sang suami.

"Kamu masih sempit banget, Sayang. Yakin udah gak perawan lagi?" goda Akbar yang membuat wajah Shanum merona. Saat ini ia memang hanya mendiamkan miliknya di kewanitaan Shanum. Ia ingin berlama-lama dan meresapi rasa nikmat dan juga hangat yang membungkus miliknya.

Unpredictable WeddingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang