Nyampe 300 votenya lama, jadi upnya juga lama 👻😂. Selamat hari senin dan selamat beraktivitas dari Akbar & Shanum. Kuy vote dan komennya yang banyak kalo mau cepat up 👻😋 Tapi jangan cuma Up, Next, dll♥️🥰
***
Akbar baru saja keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi sore. Dilihatnya Shanum yang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil memainkan laptop. "Kamu udah baikan?" tanyanya seraya melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian ganti. Bisa ia lihat kalau Shanum mengangkat wajahnya dan memandang ke arahnya.
"Iya. Aku udah gak begitu pusing sama mual lagi kok, Bang," sahut Shanum seraya tersenyum.
"Syukurlah kalo gitu."
Usai mengenakan pakaiannya, Akbar melangkah mendekati Shanum dan duduk di samping istrinya itu. Ia mengintip ke layar laptop yang sedang ada di hadapan sang istri. "Lagi ngapain?"
Shanum menolehkan kepalanya ke samping ketika ia mendapati pertanyaan seperti itu dari Akbar. Sontak saja ia terdiam sesaat begitu menyadari jarak mereka yang begitu dekat. Apalagi saat ini mata mereka pun sedang bertatapan.
"Eh, ini aku lagi nyelesain pekerjaan yang tadi siang tertunda," sahut Shanum. Selain menyimpan file di komputer, ia juga sering menyimpannya di google document. Sehingga ketika ada kendala dengan file yang ada di komputer atau saat-saat seperti ini, ia bisa membuka file itu dengan laptop lain.
"Coba lihat."
Kening Shanum mengernyit karena Akbar tiba-tiba ingin melihat pekerjaannya. Wajahnya pun tanpa sadar merona ketika ingat naskah genre apa yang sedang ia kerjakan saat ini. Jangan sampai Akbar melihat isi naskah itu kalau ia tidak ingin merasa malu.
"Buat apa, Bang? Aku cuma ngerjain naskah biasa kok," ujar Shanum berkilah yang membuat kening Akbar terangkat.
"Ya udah. Kalau cuma naskah biasa, gak apa-apa dong aku mau lihat," ujar Akbar lagi. Ia tak sengaja menyentuh tangan Shanum yang sedang memegangi laptop ketika ingin mengambil alih laptop itu. Lantas ia mengarahkan layar laptop itu padanya. Ia baca deretan kalimat yang tertera di layar laptop itu. Hingga akhirnya ia terdiam setelah membaca paragraf demi paragraf.
Alana tersentak nikmat ketika Damar semakin menggerakkan pinggulnya lebih cepat. Wajahnya terdongak ke atas sementara tangannya mencengkram kuat seprai kasur yang ada di bawahnya. Sedangkan kakinya melingkari pinggang Damar. Desahan demi desahan setia menemani setiap kali Damar menarik lalu mendorong dirinya lebih dalam.
Wajah Shanum sudah sangat memerah ketika melihat Akbar membaca naskah yang terpampang di layar laptopnya. Meskipun bukan tulisannya, namun tetap saja ia merasa malu karena sudah dibaca oleh Akbar. Apalagi laki-laki itu sempat menoleh dan tersenyum padanya.
"Udah 'kan, Bang?" Shanum kembali meraih laptopnya dan menutup dokumen itu. Lantas ia meletakkan laptop itu di atas nakas. Percuma ia mengerjakan naskah itu karena sudah pasti tidak akan bisa berkonsentrasi gara-gara Akbar.
"Lah, kok ditutup?"
"Gak apa-apa."
Akbar hanya terkekeh geli ketika melihat pipi Shanum yang sudah merona. Ia geleng-geleng kepala karena apa yang barusan ia baca dari layar laptop Shanum.
"Udah sering ya ada scene begituan di novel-novel romantis?"
Akbar bertanya seperti itu murni karena memang tidak tahu. Ia jarang bahkan tergolong tidak pernah membaca novel. Sehingga ia tak pernah tahu bagaimana jalan cerita atau scene-scene yang ada di novel.
"Ya, lumayan."
"Berarti perempuan suka baca yang begituan dong ya? 'Kan kebanyakan yang baca novel berjenis kelamin perempuan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable Wedding
RomansaFollow dulu sebelum baca!!! Dan bacalah selagi on going. Karena jika sudah tamat akan langsung dihapus beberapa bagian. Jadi jangan telat baca! Positif hamil? Membahagiakan bukan? Tentu saja iya, bagi wanita yang sudah memiliki suami. Kehamilan ada...
