20. Zaidan Willy Nugraha

7.2K 637 40
                                        

"Shanum?" Mata Akbar terbelalak ketika Shanum tiba-tiba mendorongnya hingga ia berada di bawah dan istrinya itu ada di atas tubuhnya. Bibirnya mendesis manakala kepunyaannya yang masih tertutup celana terasa kian sesak saat tak sengaja bersentuhan dengan selangkangan Shanum. Ia bahkan yakin kalau istrinya itu bisa merasakan tonjolan miliknya yang sudah mulai mengeras.

Shanum tidak mempedulikan peringatan Akbar. Ia malah kembali mempertemukan bibir mereka. Bahkan tangannya sudah menekan tengkuk Akbar agar ciuman mereka bertambah dalam. Ia sendiri tak begitu mengerti mengapa bisa berhasrat seperti ini hanya karena berciuman dengan Akbar.

Akbar meladeni ciuman Shanum dengan sama berhasratnya. Perlahan tapi pasti, tangannya bahkan tergerak menuju pinggul Shanum dan meremasnya lembut. Hal itu sontak membuat desahan samar keluar dari celah bibir Shanum.

Keduanya seakan lupa diri. Karena selain berciuman, kini tangan Shanum sudah bergerak nakal di atas dada Akbar. Ia menyentuh dan mengelus dada suaminya itu sampai-sampai membuat hasrat Akbar kian terpancing. Hingga, Akbar semakin aktif menggerakkan tangannya di pinggul Shanum. Ia bahkan menekan pinggul istrinya itu agar selangkangan Shanum dapat bergesekan dengan miliknya yang ada di dalam celana.

"Abang," lirih Shanum dengan mata yang mulai sayu. Dengan sendirinya ia membawa telapak tangan Akbar menuju dadanya. Lantas ia gerakkan tangan suaminya itu seolah-olah sedang meremas payudaranya.

Sesuatu yang sudah lama tak pernah Akbar rasakan mendadak muncul ke permukaan dalam sekejap karena ulah Shanum. Sekarang ini, ia sudah meremas pinggul dan juga payudara sang istri secara bergantian. Ia bahkan mendorong Shanum untuk berganti posisi hingga ia kembali di atas. Lantas, ia cium bibir istrinya itu seraya tangannya bergerak nakal meremas payudara dan juga pinggul Shanum yang terasa begitu seksi. Ciumannya pun ia turunkan menuju leher Shanum. Lalu semakin turun menuju dagu dan juga dada istrinya itu.

Tepat di dada sang istri, Akbar berlama-lama karena Shanum menjambak rambutnya dan menekan wajahnya. Bahkan istrinya itu pula yang berinisiatif melepas dua kancing baju teratasnya hingga ia bisa melihat payudara Shanum yang masih tertutup pakaian dalam. Dua gundukan itu terlihat bulat menonjol dan ukurannya begitu pas ketika tadi ada di genggaman tangannya.

Dengan inisiatifnya sendiri, Akbar menggerakkan tangannya meremas payudara Shanum lagi. Ia bahkan meremasnya secara langsung setelah berhasil menyingkap dalaman yang Shanum kenakan. Hingga wajah Akbar diarahkan oleh istri cantiknya itu menuju payudaranya.

Akbar menurut dan mengecup puncak payudara Shanum. Ia semakin bersemangat melakukan hal itu, manakala terdengar desahan Shanum yang kian memacu hasratnya. Langsung saja ia melahap puncak payudara sang istri dan mempermainkannya dengan lidah. Sementara yang satunya lagi ia remas gemas menggunakan tangannya. Sedangkan bagain bawahnya ia gesekkan di pangkal paha Shanum.

Tubuh Shanum terasa kian menegang. Ia menjambak rambut sang suami yang tenggelam di dadanya. Kakinya pun semakin ia rapatkan karena denyutan di bawah sana semakin membuatnya frustrasi. Hingga beberapa saat kemudian, ia mendekap kepala Akbar di dadanya ketika pelepasan itu melanda.

Akbar melepaskan bibirnya dari payudara Shanum ketika ia menyadari kalau istrinya itu telah sampai pada puncak gairahnya. Ia pun menyingkir dari atas tubuh Shanum lantas membenarkan pakaian istrinya yang sudah tersingkap di mana-mana. Lalu ia menyurai rambut Shanum yang juga ikut berantakan.

"Kamu cantik banget pas kayak tadi," bisik Akbar yang membuat pipi Shanum merona. Ia malu karena sudah bersikap agresif dan tidak tahu malu pada Akbar. Bahkan ia pula yang memancing hasrat suaminya itu. Hingga Akbar mau menggerayangi dan memuaskannya payudaranya sampai-sampai ia mengalami pelepasan yang begitu hebat. Sedangkan Akbar sendiri tak mendapatkan apa-apa.

Unpredictable WeddingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang