17. Akbar dan Cintanya

6.1K 732 122
                                        

Terima kasih buat vote dan komentarnya❤️ Jangan lupa tekan bintang dan beri komentar lagi di part ini okeee😉

***

BRAKKK

Langkah kaki Akbar terhenti ketika tiba-tiba ada seorang gadis yang menabrak bahunya. "Kamu gak apa-apa?" tanya Akbar pada gadis itu. Sepertinya gadis itu sedang buru-buru sehingga tak begitu memperhatikan jalan dan malah menabraknya.

"Gak apa-apa kok, Kak," sahutnya seraya mengulas senyum manis. Akbar sempat terpana karena senyum gadis itu yang terlihat begitu cantik. "Maaf karena aku udah nabrak Kakak. Aku duluan ya, Kak," ujar gadis itu lagi seraya berlalu meninggalkan Akbar.

Akbar masih terdiam sambil memperhatikan kepergian gadis itu. Tanpa sadar bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman seraya menggumamkan kata cantik seiring dengan punggung gadis itu yang sudah mulai menjauh darinya.

Akbar yang saat itu berusia dua puluh lima tahun dibuat terpesona oleh gadis yang baru pertama kali ia temui. Tanpa sadar ia selalu memikirkan gadis itu yang namanya bahkan tidak ia ketahui siapa. Hingga beberapa waktu kemudian, tak sengaja ia kembali bertemu gadis itu di sebuah restoran.

Tujuan Akbar mendatangi restoran itu pada awalnya adalah untuk meeting dengan rekan bisnis keluarganya. Ia sempat kesal saat rekan bisnis mereka mendadak mengabari tidak bisa datang karena sesuatu hal sementara ia sudah sampai. Ia pun berniat mengabarkan pada papanya kalau rekan bisnis mereka itu tidak profesional. Namun, ia urung menghubungi papanya, ketika matanya menangkap keberadaan sosok gadis yang beberapa hari ini memenuhi pikirannya.

Tanpa sadar Akbar tersenyum saat melihat gadis itu tetawa bersama temannya. Ia masih saja mengamati gadis itu dalam diam. Bahkan, tangannya tergerak meraih ponsel dan membuka aplikasi kamera. Lantas, ia arahkan ponselnya ke gadis itu hingga ia berhasil mendapatkan photonya.

Dua kali bertemu dengan gadis itu, rupanya membuat Akbar merasa semakin penasaran juga tertarik. Ia mencoba mencari tahu siapa gadis cantik itu. Hingga akhirnya ia mengetahui namanya, Shanum Elmira Ardiaz. Nama yang sangat cantik sesuai dengan orangnya yang juga cantik.

Akbar merasa tertarik dengan gadis itu. Bahkan ia merasa jantungnya selalu berdegup kencang ketika memandangi photo maupun orangnya langsung. Tetapi ia bingung bagaimana caranya mendekati gadis itu. Hingga akhirnya ia hanya bisa mengamatinya dari jauh untuk waktu yang lumayan lama.

Pergerakan Akbar tergolong sangat lambat. Ia tak melakukan pendekatan apa pun terhadap Shanum. Hingga akhirnya ia mendapati kalau adiknya juga sedang memandangi photo gadis yang sama.

"Ngapain kamu, Dra?" tanya Akbar pada sang adik. Ia duduk di samping Andra yang asyik melihat layar ponselnya.

"Coba liat deh, Bang. Cantik 'kan? Dia cewek yang aku suka."

Bagai disambar petir di siang bolong, Akbar sangat terkejut manakala mengetahui adiknya juga menyukai Shanum. Ia mencoba tersenyum saat Andra menceritakan tentang Shanum yang rupanya satu kampus dengan adiknya itu.

"Iya, cantik," sahut Akbar seadanya.

"Pokoknya aku harus bisa dapetin dia, Bang. Soalnya cuma dia gadis yang aku cinta."

Karena sang adik menyukai Shanum, mau tak mau Akbar harus mundur. Apalagi Andra sudah satu langkah di depannya. Adiknya itu telah lebih dulu mengenal dan sepertinya memang tulus mencintai Shanum. Akbar pun mencoba berbesar hati untuk merelakan dan berusaha menghapus perasaannya untuk Shanum.

Seiring berjalannya waktu, Akbar tahu kalau Andra memang semakin gencar mendekati Shanum. Hingga beberapa bulan kemudian ia mendapat kabar kalau Andra sudah berpacaran dengan gadis itu. Di satu sisi ia ikut bahagia untuk adiknya, tetapi di sisi lain ia juga merasa patah hati.

Unpredictable WeddingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang