1. Lamaran

9K 613 27
                                        

Bel rumah di kediaman Shanum berbunyi yang menandakan kalau Andra dan keluarganya sudah tiba. Jantung Shanum pun berdegup kencang ketika akhirnya yang dinanti-nanti datang juga. Rasa gugup sontak saja melanda perasaannya.

"Itu kayaknya mereka deh. Kamu yang buka gih, Sayang," ujar Kayla pada anaknya itu.

"Kok Shanum sih, Ma?" Tak tahukah Mamanya itu kalau sekarang Shanum sedang dilanda gugup karena sebentar lagi akan bertemu Andra dengan situasi dan kondisi yang berbeda.

"Kan calon kamu. Buruan ih bukain, nanti mereka malah pulang. Emang mau batal dilamar?" tanya Keisha yang membuat Shanum mendesah gusar. Ia pun menghela napasnya lebih dulu sebelum akhirnya melangkah menuju pintu.

Dengan gerakan pelan Shanum membuka pintu rumah. Ia tersenyum ketika melihat Andra yang sudah memasang senyum manis untuknya. Lalu, kekasihnya itu langsung merengkuhnya ke dalam pelukan seraya mengecup puncak kepalanya.

"I miss you so badly, Sweetheart," bisik Andra di telinga Shanum.

"Miss you too."

Shanum membalas pelukan Andra sama eratnya. Ia juga merindukan kekasihnya itu setelah sebulan tak bertemu. Rasanya nyaman dan damai saat ia ada dalam pelukan Andra.

"Ehem!"

Mereka terpaksa harus melepaskan pelukan itu saat Akbar berdehem pelan. Shanum pun salah tingkah dan langsung beralih menyalami orang tua kekasihnya itu.

"Kalian sehat, Sayang?" tanya Mama dari kekasihnya yang tak lain bernama Elya.

"Alhamdulillah sehat, Tante," sahut Shanum ketika mengerti kalau maksud kata kalian yang diucapkan Elya adalah bayi dalam kandungannya.

"Syukurlah. Orang tua dan Saudara kamu juga sehat-sehat semua 'kan?"

Shanum mengangguk sebagai jawaban. Ia cukup dekat dengan Mama dari laki-laki yang dicintainya itu karena dulu Andra sering mengajaknya main ke rumah. Mereka bahkan pernah beberapa kali memasak atau belanja bersama. Dan Shanum merasa beruntung karena ia diterima baik di keluarga Andra.

Perihal kehamilannya ini, orang tua Andra memang diberitahu karena mereka curiga ada yang janggal dengan keinginan tiba-tiba Andra untuk menikahinya. Bukannya marah, orang tua Andra malah sangat senang karena akan segera memiliki cucu yang sudah diidam-idamkan sejak lama. Apalagi Akbar dan mendiang istrinya dulu belum mempunyai anak.

Shanum sendiri meminta keluarga Andra untuk tidak memberitahu atau mengungkit soal kehamilannya dulu pada keluarganya. Ia ingin memberitahu orang tuanya langsung di saat nanti ia dan Andra sudah menikah. Entah mengapa ia belum siap untuk memberitahu sekarang.

Meskipun sempat keberatan, tapi akhirnya Andra setuju. Sebenarnya Andra ingin langsung mengakui perbuatannya di hadapan orang tua Shanum, tapi kekasihnya itu menolak. Padahal ia sudah menyiapkan diri jika kemungkinan akan mendapatkan tamparan atau bogeman dari Papa dan saudara laki-laki sang pujaan hati. Andra sadar kalau ini memang karena kesalahannya sendiri yang sudah lancang menyentuh Shanum lebih dulu.

"Kok gak diajak masuk tamunya, Sayang?"

Kayla keluar rumah ketika merasa sudah cukup lama Shanum tak kembali dan mengajak Andra beserta keluarganya masuk. Ia pun tersenyum ramah kepada calon besannya. Lalu Kayla mengulurkan tangannya ketika melihat Andra ingin menyalaminya.

"Ayo mari masuk dulu... Kita ngobrol di dalam aja," ujar Kayla mempersilahkan. Andra dan keluarganya pun mengangguk seraya melangkah masuk ke rumah Shanum.

Felix, Gio dan Bastian yang tadinya duduk langsung berdiri untuk menyambut tamu mereka. Mereka bergantian berjabat tangan dengan Faisal selaku Papanya Andra. Lalu juga bersalaman denga Andra dan Akbar.

Unpredictable WeddingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang