Setelah melakukan berbagai persiapan, kini hanya tinggal menunggu tiga hari lagi maka Shanum dan Andra akan resmi menjadi sepasang suami istri. Mereka tampak antusias menyambut hari pernikahan. Shanum pun juga sudah melakukan beberapa perawatan menjelang hari pernikahannya itu.
"Iya. I love you too... Udah berapa kali sih kamu bilang itu ke aku hari ini?" Kening Shanum mengernyit karena hari ini Andra sudah beberapa kali mengirimkan pesan chat, Voice note, ataupun meneleponnya langsung hanya sekedar untuk mengucapkan kata cinta.
"Haha... Aku cuma mau bilang i love you selagi aku bisa aja, Sayang."
Aneh. Shanum merasa seperti ada yang tak biasa pada kekasihnya hari ini. Hanya saja ia tak ingin berpikir yang macam-macam. Apalagi mereka akan segera menikah.
"Iya. 'Kan udah bilang i love you beberapa puluh kali. Emangnya masih kurang apa? Lagian tanpa kamu bilang itu, aku juga udah tau kalau kamu cinta sama aku. Soalnya di perut aku pun sudah ada buah cinta kita,"
"Ah ya, kita 'kan bentar lagi udah mau punya anak ya. Rasanya aku gak sabar lagi pengen ngeliat anak kita. Jaga dia baik-baik ya, Sayang."
"Iya... 'kan kamu juga yang bakal jagain nanti."
"Ya sudah, aku tutup dulu ya, Sayang. Soalnya udah malem dan kita sama-sama perlu istirahat."
"Heem."
"Bye, Sweetheart, i love you, forever."
"Love you too."
***
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Tepat hari ini, Shanum dan Andra akan melangsungkan pernikahan. Mereka mengadakan pernikahan di sebuah gedung mewah. Saat ini pun Shanum sedang dirias di rumahnya sebelum nanti berangkat ke gedung tempat resepsi.
"Kamu pasti cantik banget ya hari ini karena setiap harinya kamu memang udah cantik. Jadi makin gak sabar aku pengen ketemu kamu, Sweetheart."
Shanum tersenyum simpul karena ucapan Andra itu. Bisa ia lihat kalau penata riasnya juga tersenyum lantaran ikut mendengar dari ponsel yang sengaja ia loadspeaker. Saat ini ia sedang dirias sehingga harus meloadspeaker ketika Andra menelepon.
"Apaan sih."
"I love you, Istriku."
"Masih belum."
"Kan bentar lagi, Sayang. Malam nanti, malam pertama kita dong ya? Jadi gak sabar aku."
"Andra! Apaan sih!" Pipi Shanum sebelumnya sudah memerah karena blush on dan bertambah merah lagi gara-gara ucapan Andra barusan. Ia meraih dan mematikan loadspeaker ponselnya. Lalu ia letakkan ponsel itu ke telinga ketika penata rias beralih merapikan rambutnya.
"Biar bisa dengar suara desahan kamu lagi. Aku masih ingat loh pas kamu ngedesah waktu itu. Ahhh ahhh Andra Faster ahhh..."
"Gak ada gitu! Ngarang kamu."
"Hahah ntar malam langsung praktik lagi ya? Boleh 'kan?"
"Iya."
"Beneran?"
"Heem."
"Kalau sekarang gimana?"
"Andra!"
Shanum bisa mendengar suara tawa sang kekasih. Ia pun hanya tersenyum karenanya. Hingga akhirnya mereka mengobrol sampai Andra memutuskan panggilannya karena juga harus segera bersiap-siap.
"Cantik banget anak Mama hari ini." Kayla datang ke kamar Shanum tepat setelah Shanum selesai berganti pakaian.
"Makasih, Ma. Mama juga cantik," sahut Shanum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable Wedding
RomanceFollow dulu sebelum baca!!! Dan bacalah selagi on going. Karena jika sudah tamat akan langsung dihapus beberapa bagian. Jadi jangan telat baca! Positif hamil? Membahagiakan bukan? Tentu saja iya, bagi wanita yang sudah memiliki suami. Kehamilan ada...
