"Ananda Rifqi Akbar Nugraha bin Faisal Nugraha, aku nikahkan dan aku kawinkan engkau dengan putri kandungku yang bernama Shanum Elmira Ardiaz dengan mas kawin emas seberat dua puluh gram dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya, Shanum Elmira Ardiaz binti Alby Felix Ardiaz, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"
Mata Shanum berkaca-kaca ketika kata sah diucapkan oleh Abizar dan juga Fino yang merupakan saksi pada pernikahan mereka. Akhirnya sekarang ini, ia dan Akbar sudah benar-benar sah menjadi suami istri sungguhan. Ia pun meraih tangan Akbar untuk menyalami suaminya. Kemudian ia juga mendapat kecupan di keningnya dari Akbar.
"Mulai sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri yang sesungguhnya. Tapi ingat, kalian harus tetap menunggu Shanum selesai masa nifas dan pulih pasca melahirkannya dulu baru boleh berhubungan badan," ujar Felix pada keduanya.
Hari ini tadi mereka baru saja menggelar acara syukuran sekaligus akikah Zaidan. Karena kebetulan keluarga mereka sedang terkumpul semua, Elya pun memberi usul untuk melangsungkan akad nikah ulang Shanum dan Akbar pada hari ini juga. Toh tidak ada larangan untuk menikah ketika Shanum masih dalam masa nifas setelah melahirkan. Yang dilarang hanyalah berhubungan suami istrinya saja.
"Iya, Papa. Lagian emangnya kami menikah cuma karena mau berhubungan suami istri doang apa?" sahut Shanum dengan wajah cemberut.
"Ya siapa tau, Akbar udah gak tahan lagi karena kelamaan menduda. Atau malah kamunya lagi yang udah gak sabaran," sahut Felix sambil terkekeh. Ia pun mendekap putrinya itu ke dalam pelukannya seraya mengecup puncak kepalanya. "Papa ikut bahagia karena kalian sudah saling mencintai. Papa pun berharap kalau pernikahan kalian ini langgeng, dan kalian bisa ngasih Papa cucu yang banyak dan lucu-lucu."
"Gak banyak-banyak juga kali, Pa. Secukupnya aja. Tapi makasih buat semuanya ya, Pa. Shanum sayang Papa," sahut Shanum lagi. Ia melepaskan pelukannya dari Felix dan beralih memeluk Kayla.
"Sekarang kamu udah jadi seorang Mama, Sayang. Jadilah Mama yang baik buat anak-anak kalian kelak ya. Juga jadi istri yang baik buat suami kamu."
"Makasih, Ma."
Shanum tersenyum saat kakak dan kakak iparnya pun ikut berpelukan bersamanya dan Kayla. Kayla pun mengelus kepala anak-anaknya itu bergantian.
"Papa yakin kamu bisa jadi Papa yang hebat untuk anak-anak kalian nanti. Doa Papa selalu menyertai kalian," ujar Felix seraya menepuk pundak Akbar.
"Terima kasih, Pa. Terima kasih karena Papa sudah mempercayakan Shanum pada Akbar. Akbar janji akan selalu berusaha untuk membahagiakan dia," ucap Akbar yang membuat Shanum juga kedua orang tua mereka tersenyum. Setelah menyalami dan berpelukan ala kadarnya dengan orang tua dan mertuanya. Kini, Akbar pun melangkah mendekati Shanum. Ia meraih pergelangan tangan istrinya itu lantas mengecupnya. Lalu ia bawa Shanum ke dalam pelukannya.
"Oweek... Oweek."
Shanum dan Akbar terpaksa harus melepaskan pelukan mereka ketika terdengar suara tangisan Zaidan. Shanum pun langsung mengambil alih anaknya yang ada dalam gendongan mama mertuanya.
"Kayaknya Zaidannya haus deh, Shanum susuin dia dulu ya," ujar Shanum pamit pada semuanya. Ia melangkah menuju kamar dengan anaknya itu dalam gendongannya.
Setibanya di dalam kamar, Shanum menurunkan resleting pakaiannya yang memang terletak di depan. Lalu ia mengarahkan ujung payudaranya ke mulut sang anak. Anaknya itu pun langsung menghisapnya lahap.
"Haus banget kamu ya, Sayang?" ujar Shanum lembut. Tangannya mengelus kepala anaknya itu. Lantas ia kecup pipinya.
Shanum tak pernah menyesal telah mengandung dan melahirkan anaknya. Karena seluruh keluarganya merasa bahagia dengan kehadiran anaknya itu. Dan Akbar pun sangat menyayangi Zaidan dengan sepenuh hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable Wedding
RomantizmFollow dulu sebelum baca!!! Dan bacalah selagi on going. Karena jika sudah tamat akan langsung dihapus beberapa bagian. Jadi jangan telat baca! Positif hamil? Membahagiakan bukan? Tentu saja iya, bagi wanita yang sudah memiliki suami. Kehamilan ada...
