"Kita adalah sepasang rasa yang penuh luka"
Kumohon pada semesta untuk berada dipihakku, karena aku hanya punya diriku dan semesta jika ingin membantu.
Zafran Adiputra, nama yang diberikan oleh sepasang suami istri untuk jagoan pertama mereka. Zafran yang berarti menang atau beruntung dan Adiputra yang diambil dari nama keluarga ayahnya.
Tapi siapa sangka dibalik nama yang katanya memiliki arti sebuah keberuntungan atau beruntung. Malah berbanding terbalik dengan kehidupan yang ia jalani. Beban kehidupan yang datang silih berganti terus menerus menyapa dan menjejali kehidupan anak yang lahir di bulan Juni itu. Semestanya yang ia harapkan menjadi semesta paling menyenangkan, malah menterpurukkan dan mempermainkan anak sekecil itu. Mematikan mentalnya sedikit demi sedikit tanpa ampun saat usianya masih memerlukan didikan belaian serta rasa kasih sayang dari keluarganya.
Zafran harap, untuk sekali saja semesta berada di pihaknya merengkuh tubuh kurusnya, dalam dekapan yang paling hangat, seperti yang diberikan oleh ibunya dulu. Dekapan yang sampai kapanpun tidak akan pernah Zafran lupakan. Hangat dan nyaman!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bunda cepat bunda, nanti Abang telat. Hari ini Abang mau tampil, teman teman sudah di sekolah semua Bun. Ayo Bun. Nanti bunda lihat Abang tampil ya"
"Iya sayang, nanti bunda lihat Abang ya. Abang nanti jangan gugup ya. Anak bunda kan pinter, kan Abang sudah kelas 5 SD. Berarti sudah besar ya"
"Iya bunda. Tapi cepat bawa mobilnya"
Mobil berwarna putih itu melaju dengan kecepatan cukup tinggi, karena keadaan jalanan yang masih pagi jadi tidak terlalu ramai dilalui kendaraan lainnya.
Namun siapa sangka jalan yang terlihat begitu renggang itu, muncul sebuah mobil mini bus dari arah kanan di persimpangan lampu merah. Mobil yang sama sama melaju dengan kecepatan cukup tinggi tersebut, menyebabkan tabrakan yang tak bisa terhindarkan. Mobil yang ditumpangi oleh Zafran dan ibunya harus terpental jauh keluar jalanan. Sedangkan mobil yang menabrak mereka masih berada di tengah jalanan, namun dengan keadaan yang sama, sama-sama tidak bisa dijelaskan. Ringsek.
Karena kondisi jalanan yang masih sepi, tidak ada orang yang hanya sekedar lewat. Zafran masih bisa membuka sedikit matanya, dan melihat bundanya yang tidak sadarkan diri dengan lumuran darah yang keluar dari pelipisnya dan asap dari mobil yang menghalangi pandangannya. Seketika kesadarannya semakin lama semakin hilang. Dan Zafran pun menutup matanya dengan ringisan kesakitan yang tidak bisa dibayangkan dialami oleh anak berumur 10 tahun tersebut.
☀️☀️☀️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.