28. Kuatlah Zafran!

341 26 1
                                        


Selamat Membaca!

....

"Jerr. Gimana nih, kita bisa mati di tangan Leo kalo dia tau yang nyelakain adeknya itu kita"

"Gue juga gak tau, kenapa semuanya jadi kacau kayak gini"

"Arghh" Jerre mengacak-acak rambutnya frustrasi. Kepalanya serasa ingin pecah. Semua yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang ia rencanakan sebelumnya. Sekarang pemuda itu berada di ambang kecemasan.

Baik Jerre maupun Arthur keduanya sama-sama bingung. Ketakutan nampak menghiasi wajah mereka.

Pertengkarannya dengan Leo beberapa bulan lalu menimbulkan kebencian yang begitu besar tumbuh di dalam diri Jerremy. Dulu Leo, Jerremy, Arthur dan Tria berteman sangat baik. Mereka berada dalam satu geng motor yang sama. Tapi saat Tria meninggal dunia akibat kecelakaan dalam balapan motor. Persahabatan mereka menjadi pecah. Perselisihan nampak sangat gencar terjadi di antara mereka. Tria meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Tidak ada yang ingin disalahkan dan merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Tria. Baik Leo, Jerremy maupun Arthur ketiganya sama-sama merasa bukan mereka yang salah. Padahal jelas-jelas yang meminta Tria untuk ikut balapan adalah mereka. Tetapi hal tersebut malah membawa angin dingin dan perseteruan di dalam persahabatan ketiganya.

Kerap kali mereka merencanakan sesuatu untuk mencelakai satu sama lain. Arthur memilih untuk berada di pihak Jerremy dan pindah ke sekolah lain. Sedangkan Leo masih tetap di sekolahnya sekarang karena ayahnya adalah penyumbang terbesar di sekolah tersebut. Oleh karena itu tidak ada yang berani dengan Leo. Sehingga pemuda itu bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Bahkan membully serta memukuli siswa yang tidak bersalah, dan Zafran salah satunya.

Flashback

Leo dan geng motornya mendatangi tempat dimana Jerre dan teman-temannya biasa nongkrong. Tanpa basa-basi Leo langsung menerjang Jerre hingga pemuda itu tersungkur ke lantai. Jerre yang tidak terima mendapatkan serangan mendadak kembali bangkit dan menerjang tubuh Leo hingga pemuda itu pun limbung dan terjatuh. Hingga perkelahian tak terhindarkan di antara keduanya. Tidak ada yang berusaha untuk melerai.

"BAJINGAN" Leo bangkit dan menghajar Jerre kembali, tanpa melepaskan cengkeramannya pada leher Jerre, Leo terus melayangkan pukulan hingga sudut pada bibir Jerre nampak sobek dan mengeluarkan darah.

"Lu itu gak lebih dari seorang pecundang, Le"

"Najis gue pernah kenal dan temenan sama Lo. Lo dan keluarga sampah Lo itu gak ada apa-apanya. Apalagi adik pungut Lo yang penyakitan itu"

Mendengar ucapan Jerre berhasil memancing amarah Leo. Kini pemuda itu betul-betul sudah dikuasai oleh amarah sepenuhnya.

"Bangsat! Mati lu anjing!!"

Arthur yang berada di sana berusaha untuk melerai dan memisahkannya keduanya, dibantu oleh teman-temannya yang lain.

Baik Leo maupun Jerre wajah mereka benar-benar kacau. Nampak banyak lebam akibat pukulan yang mereka layangkan satu sama lain.

Semestanya Zafran Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang