Part 10. |Bosan|

402 222 212
                                        

Seperti biasanya, jangan lupa vote dan komen 🙏

Selesai baca jangan lupa tinggalkan jejak.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Pagi hari yang cerah, dengan kicauan burung yang menghiasi suasana pagi hari ini.

Chaca yang sudah bangun dari jam 5 Subuh, kini tengah berkutat di dapur dengan Anita untuk menyiapkan sarapan. Bukan hanya cantik, namun chaca pun sudah pandai memasak. Dan itu semua menuruni bakat dari anita, yang sedari remaja sudah pernah menjuarai berbagai lomba memasak, dari mulai tingkat kota hingga tingkat nasional.

"Bund," Ucap chaca, yang masih fokus mengiris iris wortel.

Anita yang tengah menggoreng daging, melirik sekilas ke arah anaknya.

"Kenapa Cha?"tanya bunda Anita.

Chaca meletakan pisau yang ia gunakan untuk memotong wortel tadi. Lalu Chaca mengubah posisi nya menjadi menyamping mengarah ke anita yang sedang menggoreng daging.

"Em-- kalo aku punya pacar, bunda marah gak?" Ucap chaca dengan sedikit ragu.

Anita mengerinyit, merasa heran dengan putrinya ini, Tiba tiba menanyakan soal pacaran.

"Di bilang marah sih nggak, cuman untuk saat ini, Bunda belum izinin kamu buat pacaran sayang."ucap Nada dengan nada lembut.

Sebelum melanjutkan perkataannya Anita mematikan kompor gas nya terlebih dahulu, mengangkat daging yang sudah matang, dan di letakannya di atas piring. Lalu Anita kembali menatap ke arah Chaca, yang tengah menunduk dengan raut wajahnya lesu.

"Lagipula, jika bunda izinin kamu sekalipun. Toh masih ada Ayah dan dua abang kamu, yang gak akan izinin kamu. Iya kan?"lanjut Anita.

Chaca menghela nafas panjang, memang benar apa yang bunda nya bilang. Masih ada Gilang dan Alex yang ngelarang dirinya untuk berpacaran. Buktinya tadi malem aja, saat chaca bilang mau pacaran, mereka langsung marah dan ngebentak Chaca. Dan itu yang membuat chaca sedikit takut ke kedua abangnya itu.

Chaca mendongak menatap Anita, dengan bibir yang sedikit mengerucut. "Huhhh, mau sampe kapan si bund Chaca selalu di larang larang. Kan chaca juga mau kayak anak anak yang lain." Ucap chaca sambil duduk di kursi mini bar

Anita hanya terkekeh, lalu berjalan ke arah Chaca. Dan kemudian mengusap rambut itu dengan lembut. Anita tau apa yang dirasakan anaknya ini. Namun berpacaran untuk di umur yang masih terbilang cukup kecil itu sangat mengkhawatirkan. Apalagi di zaman sekarang, banyak sekali kasus asusila, Kasus pemerkosaan, dan pergaulan bebas yang sudah marak di kalangan anak muda. Dan Anita hanya mengantisipasi, menjaga anak-anaknya agar tidak salah pergaulan.

Chalista (Slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang