[Sebelum baca VOTE & FOLLOW dulu bestie]
|Revisi pas udah End|
______^^^_______
Chalista Putri Nasution, gadis berumur 15 thn yang terjebak dalam masalah di masalalu. Masalah yang tak pernah ia ketahui sebelumnya. Masalah yang tak tau awal nya sepe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tidak ada yang lebih menyakitkan dari sebuah kebohongan.
-Jason William Winata-
****
Hari sudah menjelang malam, chaca dan keluarganya pun sedang berkumpul di meja makan,
"Cha,"
Chaca menoleh ke arah Gilang, dan mengerinyit kan dahinya.
"Ada apa?"
Gilang yang di tatap oleh chaca Seketika gugup dan canggung. Membuat chaca yang melihatnya semakin keheranan.
"Lah lo kenapa jadi gugup gitu? Sakit lo?" Ucapnya sambil menempelkan punggung tangannya ke keningnya Gilang.
Gilang menggeleng lalu menjauhkan tangan chaca dari keningnya.
"Eh-ehh, enggak kok, gua gakpp." Ucapnya. Chaca yang tak mau ambil pusing hanya mengedikan bahunya.
Hito dan Anita merasa heran pada ketiga anaknya ini, biasanya akan ada adu mulut di antara mereka, tapi malam ini? Hening! Dan rumah pun terasa damai wkwk 😌
Hito menyudahi makannya dan menatap ke tiga anaknya yang sedang melahap makannya masing masing
"Chaca, Gilang, Akex," Panggil Hito.
"Iya, yah." Jawab mereka serempak.
"Gimana sekolah kalian hari ini?" Ucap Hito.
"Lancar kok yah, iya kan Cha, bang." Jawab Akex sambil menendang kaki Chaca dan Gilang pelan.
Hito dan Anita saling bertukar pandang. Mereka masih tak bisa percaya kepada tiga anaknya ini.
"Kalo memang sekolah kalian lancar. Kenapa pipi adik kamu bisa memar Alex, Gilang." Kini Anita yang mengeluarkan suara.
Alex Gilang dan chaca membelalakan matanya. Sedangkan Chaca reflek menyentuh rahang pipinya. Gilang yang gelagapan, pasalnya dia lah yang menyebabkan pipi chaca memar.
"Kenapa kalian diam?" Ucap Hito dengan nada rendahnya. Membuat ketiga anaknya semakin takut. Seketika atmosfer pun seakan berubah menjadi dingin.
"I-itu, Chaca---,"gugup Alex sambil mengeratkan tangan nya
Hito mengangkat tangan nya ke udara, menginterupsi Alex untuk diam. Dan hito beralih menatap chaca.
"Apa kamu berantem chaca?" Tanya hito selembut mungkin.