Happy Reading
--------
"JASON...!!"
Chaca langsung terbangun dari tidurnya, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Chaca menghembuskan nafasnya perlahan, kemudian ia mengusap wajahnya yang penuh keringat dengan kedua tangannya.
"Syukurlah cuma mimpi,"
Chaca menyanderkan punggungnya ke papan ranjang bermotif bunga itu. Nafasnya masih terasa sesak. Ia merasa jika mimpi tersebut sangat lah nyata. Ia tak pernah menyangka jika di mimpinya itu Jason meninggal dengan cara tragis.
"Kenapa mimpi itu seakan-akan nyata banget ya, apa jangan-jangan ada hal yang akan terjadi setelah ini." Chaca terus saja bergumam dengan kening yang sedikit dikerutkan.
Chaca mengalihkan pandangan nya saat mendengar pintu kamar terbuka.
"Abang," cicit Chaca sedikit takut saat menatap kedua Abangnya yang sudah berdiri di ambang pintu.
"Abang, abang kok bisa ada di sini!?" Tubuh Chaca sedikit menegang aat melihat kedua abang nya sudah di hadapannya.
"Harusnya abang yang ngomong kayak gitu, kenapa kamu gak pulang ke rumah. Kenapa harus tidur di sini, kamu pikir Abang gak khawatir hah!" ucap Gilang menatap Chaca datar.
"E---itu-- anu, aku..," Chaca sedikit gugup, saat ini entah alasan apa yang harus ia lontarkan untuk meyakinkan kedua kakak nya agar tidak marah.
Alex menghela nafas, kemudian menghampiri Chaca dan sedikit menarik pergelangan tangan chaca dan membawanya keluar dari kamar Alin.
"Ckk udah lah yuk balik, Ayah, Bunda, sama Nando udah nunggu di rumah." seru Alex sedikit kesal.
Gilang Chaca dan Alex pun akhirnya memutuskan untuk pulang, dan tak lupa langsung berpamitan pada kedua orang tua Alan.
-----
Jason berjalan dengan wajah yang terlihat sangat lelah dan banyak pikiran. Terbukti jika kantung mata Jason terlihat lebih hitam seperti mata panda, karena sudah beberapa hari ini Jason sangat kurang tidur, untuk menjaga papahnya yang masih koma di rumah sakit.
Jason pun masuk ke ruangan Billy. Terlihat di sana sudah ada mbak Indah yang tengah membersihkan wajah Billy menggunakan handuk basah. Jason pun langsung menghampiri Indah.
"Mbak!" panggil Jason pelan.
Indah seketika menoleh saat Jason memanggilnya. "Iya ada apa Jason?" Tanya Indah yang kemudian kembali membersihkan wajah Billy.
Jason menggeleng, seraya tersenyum kecut. Ia benar benar tak tega melihat orang yng ia sayangi terbaring lemah tak berdaya, "Nggak ada ko mbak, sini biar saya aja yang bersihin tubuh papah." Jason mengambil alih handuk yang berada di tangan Indah, namun dicekal oleh Indah
"Gak apa-apa, biar mbak aja! Kamu pasti cape kan semaleman jagain pak Billy, dan pasti kamu juga kurang tidur kan?"
Jason nengehela nafas berat, memang benar jika tubuhnya ini sudah sangat lelah, namun mau bagaimanapun ini papahnya. Mana mungkin orang lain yang lebih perhatian Sedangkan dirinya enak-enakan tidur. Tidak! Ia harus tetap kuat merawat papahnya ini.
"Nggk ko mbak, Jason masih bisa tahan Ini demi papah." ucap jason menguatkan dirinya sendiri.
Indah tersenyum, lalu mengambil handuk basah itu dan meletakan nya di dalam wadah yang sudah berisi air. Kemudian Indah menuntun Jason ke arah sofa yang terletak di dekat jendela.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chalista (Slow Update)
Teen Fiction[Sebelum baca VOTE & FOLLOW dulu bestie] |Revisi pas udah End| ______^^^_______ Chalista Putri Nasution, gadis berumur 15 thn yang terjebak dalam masalah di masalalu. Masalah yang tak pernah ia ketahui sebelumnya. Masalah yang tak tau awal nya sepe...
