[Sebelum baca VOTE & FOLLOW dulu bestie]
|Revisi pas udah End|
______^^^_______
Chalista Putri Nasution, gadis berumur 15 thn yang terjebak dalam masalah di masalalu. Masalah yang tak pernah ia ketahui sebelumnya. Masalah yang tak tau awal nya sepe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♡ ♡♡ ♡♡♡
Saat kita melakukan apapun atau memutuskan hal apapun, secara tidak langsung kita sudah menerima resiko yang akan terjadi. Akibat yang kita Terima itu adalah balasan yang kita perbuat. Seperti hal nya saat kita berbuat baik pada seseorang, maka suatu saat akan di balas dengan kebaikan juga. Sedangkan jika kita berbuat jahat, maka cepat atau lambat akan di balas dengan kejahatan pula.
Seperti Pepatah mengatakan, Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai.
Seperti apa yang di alami Jason saat ini. Dia menaruh dendam pada orang lain, maka dia juga yang harus merasakan akibatnya. Yah akibatnya adalah dia harus siap menerima pembalasan. Perbuatan yang sudah ia tanam sendiri.
***
Hari semakin sore namun Gilang masih berada di sekolah karena ia belum menemukan keberadaan Chaca.
Gilang mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru koridor, namun sosok Chaca tidak terlihat sama sekali.
Gilang menggerutu sambil mengacak rambutnya pelan. Gilang sangat khawatir pada keadaan adiknya saat ini. Ralat, wanita yang ia cintai. Pasalnya Chaca tidak pernah seperti ini sebelum nya. Dan ini kali pertama Chaca kabur saat ada masalah.
Namun pandangan mata Gilang terhenti pada dua orang yang sedang main kejar kejaran di lapangan basket. Terlihat bahagia dengan tawa lebar seakan tak ada beban sedikitpun.
Ya! Mereka adalah Chaca dan Alan.awalnya Gilang sempat kesal melihat kedekatan mereka berdua di depan sana. Tapi jika di pikir lagi, ini juga bukan hal buruk. Setidaknya Chaca masih bisa tersenyum dan tertawa ketika dibuat kecewa oleh lelaki brengsek itu.
Tanpa disadari Gilang mengulas senyum tipis. Bukan karena bahagia melihat kedekatan Alan dan Chaca. Melainkan melihat Chaca kembali tertersenyum itu sudah membuat nya sangat senang. Bagi Gilang Senyum Chaca sudah seperti candu untuknya.
“Chaca!" Panggil Gilang sedikit berteriak.
Chaca menghentikan pergerakan nya saat mendengar ada yang meneriaki nya dari arah koridor begitupun dengan Alan.
Chaca menoleh dan melihat ke arah seseorang yang tengah melambaikan tangannya dengan senyum yang terulas. Sudut bibir Chaca sedikit terangkat saat mengetahui orang itu adalah Gilang, Abangnya.
“Cha abang lo tuh, ” ucap Alan yang berdiri di samping Chaca.
“Gua tau kali kalo itu bang Gilang." jawab Chaca sedikit ketus.
“Ckk dasar Mak Lampir, di kasih tau malah jawabnya ketus." celetuk Alan , yang langsung mendapat plototan dari Chaca.