Chaca dan yang lainnya sudah masuk kedalam Caffe Galaxy. Di sana mereka lebih memilih ruang VIP, karena jumlah mereka yang lumayan banyak jadi tidak memungkinkan jika duduk di meja umum.
Chaca duduk di apit oleh ke-dua abangnya, yang berarti Chaca duduk di tengah tengah Alex dan juga Gilang. Sedangkan Nando duduk bersama Dara, Dita dan Lita di sofa panjang yang langsung berhadapan dengan Alin dan juga Alan.
Sedari tadi Chaca hanya diam, tak seceria biasanya. jiwanya terlihat kosong. Entah apa yang di pikirkan oleh Chaca, hingga membuat dirinya melamun begitu lama.
Alex nenoleh ke arah chaca, Alex mendesah pelan melihat Chaca yang masih saja melamun. “Si Chaca kenapa lagi sih? pasti gara gara ketemu jason tadi deh, makanya dia ngelamun kayak gini.” batinya menggerutu.
Berniat untuk membuyarkan lamunan Chaca, Alex pun berbisik tepat di telinga sangat adik. “Chaca, kamu ngelamun kenapa?"
Sedangkan Chaca yang tersentak, merubah ekspresi nya seperti orang linglung. Kemudian menoleh ke arah Akex. “E--ehh, kenapa bang?" Chaca menatap Alex bingung.
Alex hanya menggeleng pelan, dan kemudian tersenyum ke arah Chaca, “Lain kali, kalo ada masalah bilang sama abang ya! Abang siap jadi pendengar yang baik buat kamu." Alex mengelus puncak kepala Chaca penuh kasih sayang.
Chaca mengangguk dan membalas dengan senyum tipis nya. “Makasih ya bang! Abang emang yang paling bisa ngertiin aku," Chaca menyandarkan Kepala nya ke bahu Alex.
“Yaudah, jangan ngelamun lagi, gak enak di liat sama anak anak."
“iya abangku yang paling bawel, uhhhh jadi pen cium haha," Chaca terkekeh kecil sembari memanyunkan bibirnya ke arah Alex.
“Pletak!"
Alex menyentil bibir chaca, “Bukan mukhrim gila! " Decak Alex sambil menatap horor ke arah Chaca
Chaca yang merasa kesakitan hanya mengelus bibirnya, “Ya tapi gak usah di sentil juga kali," Chaca mengerucutkan bibirnya, “Sakit tau!"
Alex hanya mengedikan bahunya acuh, dan mengalihkan pandangan nya ke layar ponsel yang ia pegang.
Gilang yang berpura-pura fokus terhadap ponsel nya mulai merasa kesal saat melihat kedekatan Alex dan juga Chaca. Gilang yang merasa terabaikan pun, hanya bisa mendesah pelan. Gilang tau jika Alex akan memonopoli Chaca jika sedang berkumpul seperti ini. Dirinya? Mana bisa sedekat itu.
“Seumur umur, baru kali ini gua di cuekin kayak gini! Awas aja , pulang nanti si Alex gua tinggal di pinggir jalan. biar tau rasa." Gilang hanya menggerutu di dalam hatinya. Sambil menatap sinis ke arah Alex.
Nando yang merasa bosan pun hanya menopang dagunya dengan satu tangan, melihat semuanya fokus dengan ponselnya masing masing membuat dirinya terasingkan.
“Aishhh, membosankan."gumam Nando cemberut. Nando pun memutuskan untuk duduk bersama Gilang. Dan ia pun langsung duduk di atas pangkuan Gilang, membuat Gilang sedikit terhenyak kaget.
“Daddy, bosen," rancau Nando
Gilang hanya tersenyum tipis lalu memberikan ponselnya pada Nando.
“Bosen kan? Main game aja gimana, Mau?" tawaran Gilang dan langsung mendapat anggukan dari Nando.
Mata nya terus berbinar saat bermain game membuat Gilang gemas melihat tingkah si bocah ini.
Sedangkan dita, Dara, dan Lita yang tadinya fokus ke ponselnya masing masing kini mereka asik bercanda, sambil melihat video lucu yang berasal dari ponsel Lita. Alin dan Alan sibuk berselfie bersama. Sebenarnya Alin yang mengajak, dan Alan hanya menurut saja.
Saat mereka sedang fokus dengan kesibukannya masing-masing, walters Caffe menawarkan makanan apa yang ingin di pesan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chalista (Slow Update)
Novela Juvenil[Sebelum baca VOTE & FOLLOW dulu bestie] |Revisi pas udah End| ______^^^_______ Chalista Putri Nasution, gadis berumur 15 thn yang terjebak dalam masalah di masalalu. Masalah yang tak pernah ia ketahui sebelumnya. Masalah yang tak tau awal nya sepe...
