E N A M B E L A S

874 53 3
                                        

Busett, cerita ini banyak amat silent readers-nya. Kapan kalian mau muncul ke notifikasi saya, wahai manusia ghaib? ಠ_ʖಠ

Nanti aku kasih Taeyong dehㅡ ups! dibagi sama lima juta followers IG-nya
( ͝° ͜ʖ͡°)ᕤ

"Pas balik tuh kan gue udah plan mau kemana aja, eh Pak Chanyeol manggil gue, ngajak ngurus persiapan turnamen

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pas balik tuh kan gue udah plan mau kemana aja, eh Pak Chanyeol manggil gue, ngajak ngurus persiapan turnamen. Alhasil gagal dah gue malmingan sama lo."

Jeno mendengus gusar sembari mencebikkan bibir, masih kesal pada Chanyeol, tapi dia juga tidak bisa menolak perintah guru, lagi pula persiapan itu untuk tim basketnya.

"Udahlah, yang penting kan kita sekarang udah jalan. Tadi juga Tante Jieun izinin Nana pulang jam 9, masih kurang?"

"Kurang." Jeno menatap Nana. "Gue maunya seumur hidup sama lo."

Pipi Nana memanas karena penuturan Jeno, kemudian mencubit pipi Jeno sampai lelaki itu meringis.

Saat ini mereka sedang berada di taman bermain dekat pantai. Idenya Jeno. Dia ingin menghabiskan waktunya bersama Nana setelah niat kencannya semalam batal.

Mereka menghabiskan waktu bersama, memainkan semua permainan di taman, membuat istana pasir dengan meminjam barang milik pengunjung pantai, dan kejar-kejaran di pinggir pantai sembari menikmati ombak.

"Jeno!" Nana menarik lengan atas Jeno dan menunjuk ke mobil van putih yang baru saja tiba di pinggir jalan, lalu menatap Jeno dengan sorot berbinar antusias. "Mau ice cream!"

Jeno tersenyum dan mengangguk, lalu menggenggam tangan Nana sembari berjalan mendekat ke mobil van tersebut.

Cukup lama mereka antri karena anak-anak yang mengunjungi pantai memenuhi jendela van yang terbuka. Si penjual juga nampak kewalahan. Hari ini hari minggu, tentu saja pantai jadi ramai pengunjung.

"Nana mau ice cream coklat!"

"Aku juga. Tapi yang wadah ya, Pak. Jangan yang cone."

Pria berumur 30-an itu segera membuat pesanan mereka. Setelahnya, Jeno menarik Nana untuk duduk di bangku yang mengarah ke pantai, tersedia tak jauh dari van.

Nana menyantap es krimnya dengan penuh semangat, tidak sadar bahwa Jeno sudah berdiri di depannya sembari mengarahkan ponselnya. "Nana!"

"Hmm?"

cekrek

cekrek

cekrek

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Brother [✔️]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang