Chapter 2

3.3K 257 71
                                        

Hi welcome to my story
Sorry if the story is not what you imagined
Don't forget to vote and comment



WARNING ⚠️
*tandai jika ada typo!
*cerita banyak amburadul!
*maaf jika cerita tak sesuai dengan harapan!
*cerita belum revisi!



--

Happy reading💟
-
'luka yang ku perbuat, menjadikan dirimu menjauh dan menghilang.' -Devian Arsenio

-


Seorang gadis cantik dengan rambut yang tergerai indah dan postur tubuh yang lumayan tinggi, dia turun pesawat setelah beberapa jam ia berada didalam perjalanan. Gadis itu melangkahkan kakinya menuju ke bandara dengan menarik koper yang ada ditangannya, gadis cantik itu banyak menarik perhatian banyak orang yang berada di sana.

Gadis itu terus menoleh ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari keberadaan seseorang.
Gadis itu sedari tadi berdiri diam tak bergerak kemanapun, ia sedang berfikir dimana kedua abangnya?

"oh iya gue kan bilang pulangnya nanti sore." Ucap gadis itu dengan memukul pelan dahinya.
Gadis itu bejalan menenteng kopernya menuju kursi yang sudah tersedia disana.

Gadis itu berjalan santai menuju ke kursi yang didekatnya. Saat menuju ke kursi itu, gadis itu tidak sengaja bertabrakan dengan seorang lelaki.

Dan hal itu tentunya membuat dirinya terhuyung ke belakang dan terjatuh kelantai dan ponsel yang tadi berada di genggamannya juga ikut terjatuh.
Menjadikan mereka berdua menjadi pusat perhatian banyak orang disana.

"Maaf." Ucapan maaf yang keluar dari mulut lelaki itu dengan membantu gadis itu berdiri dari jatuhnya.

"Duh gimana sih! makanya kalo liat jalan-jalan dong." Ucap gadis itu ngelantur membuat lelaki itu seketika bingung.

"Are you okey?" Tanyanya memastikan kondisi gadis itu baik-baik saja.

"Gak papa matamu." Ucap gadis itu dengan wajah cemberut. Entah kenapa ada tatapan suka dari lelaki tersebut.

"nih liat hp gue, mati!" ucap gadis itu dengan melihat hpnya yang berada digenggaman nya dengan tatapan sendu.
Niat akan menelfon sang supir untuk menjemputnya terurungkan.

"Kalo lo mau hubungin keluarga lo, nih pake handphone gue dulu." Ucap lelaki itu dengan memberikan handphone nya,tanpa berpikir panjang gadis itu langsung mengambil handphone lelaki itu.
Gadis itu mengetik nomor yang akan di telfon.

"Untung hafal." Batin gadis itu.

"Hallo, pak Ujang, ini Alisha. Jemput dibandara ya." Ucap gadis itu pada orang yang ada diseberang sana.

"Oh,iya non,siap." Suara seseorang diseberang sana.

"Makasih pak." Ucapnya pada sang sopir dan mengembalikan handphone pada pemiliknya.

"makasih." Ucapnya dan lelaki itu hanya mengangguk.

"Sekali lagi maaf." Ucapnya dingin dan pergi meninggalkan gadis yang masih berdiri disana. Gadis itu menatap punggung lelaki tadi, seperti agak familiar, pikirnya.

Selama menunggu sang supir datang, gadis itu hanya duduk di kursi dengan memijat kakinya yang agak sakit karena terjatuh tadi. "Songong banget sih tuh orang," ucapnya kesal.

Beberapa menit kemudian, supir Alisha datang dengan membawa mobil milik Alisha.

"non Alisha."

"Oh iya pak." Ucap Alisha dengan senyum manis. Gadis itu melangkah kan kakinya memasuki mobil.

He Returns[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang