Chapter 32

777 50 4
                                        

HAI HAIII SEMUAAAA!!!!
BAGAIMANA KABAR KALIAN????
Semoga sehat selalu kaliann!

CERITAKAN KELUH KESAHMU DISINI❤️
jangan lupa bersemangat untuk hari ini⊂((・▽・))⊃

TERIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH MEMBUANG WAKTU KALIAN MEMBACA CERITA AMBURADUL INI🥰

JANGAN LUPA UNTUK MEMBERI VOTE DAN MEMBERI KRITIK, SARAN MAUPUN PUJIAN!

FOLLOW SOSMED AUTHOR JANGAN LUPA!!!😝

Ig: wp.nanassss0
Tiktok: nanassss0
Tw: nanassss0

Jika kalian peminat AU Kalian bisa baca AU Devian Arsenio di TWITTER AKU YAAA!!!!🌻 JANGAN LUPA MAMPIRRR


WARNING⚠️
* Koreksi jika ada typo!
* Maaf jika ada ketidak sambungan dalam bacaan (usahakan untuk menandai bagian yang tidak sesuai agar nanass segera merevisi ke yang lebih baik!!)



HAPPY READING 🌻

(✯ᴗ✯)

"Wisnu." Panggil opa Vernando kepada papah Alisha yang sedang meneguk kopinya.

"Kenapa yah?" Tanyanya sembari berjalan kearah ayahnya itu.

"Ada yang mau opa omongin." Ujarnya membuat semua orang yang mendengar nya menatapnya dengan penuh tanda tanya. Wajah opa Vernando berubah menjadi serius.

"Black Butterfly." Ujarnya, semua yang menatapnya penuh tanda tanya itu berubah menjadi tatapan terkejut.

"Maksud opa?" Tanya Althan dengan alisnya yang menyatu mendengar apa yang diucapkan oleh opanya itu. Perkumpulan mafia yang begitu kejam namun tidak sembarangan yang dilenyapkan.

"Opa pendirinya." Jawabannya membuat semua semakin terkejut, menatapnya dengan melotot kan mata. Terkecuali Alisha, Devian dan juga Ryan tentunya. Mereka bertiga tentu saja tak kaget dengan apa yang diucapkan oleh opanya itu. Alisha juga anggotanya toh. Alisha yang melihat ekspresi wajah dari mereka tawanya terlepas. Gadis itu tertawa terpingkal-pingkal, sesekali memukul lengan kekar Devian itu. Sedangkan yang dipukul hanya senyam-senyum sendiri.

"Komuk kalian! Ngakak banget." Ujarnya disela-sela tawanya. Memang anak durhaka mengatai Orang tuanya sendiri. Nathan dan Althan memandang ke arah adik bungsunya itu dengan tatapan curiga. Mereka berdua curiga jika adik manisnya itu tergabung dalam dunia gelap itu. Jika yang mereka fikirkan itu benar, wah adiknya itu ternyata diam-diam menghanyutkan.

"Opa pendirinya dan aku, ANGGOTANYA!" Ujarnya diakhiri dengan teriakan semangat 45. Mereka kini dibuat dua kali lipat menjadi terkejut. Bagaimana bisa, gadis itu tak memberi tahu kedua orangtuanya jika dirinya tergabung didalam mafia itu.

"Kok gak bilang sha?" Tanya Adel lembut. Wanita itu berjalan menghampiri putrinya itu. Alisha pun berdiri dari duduknya. Adel mengusap lembut pipi putri bungsunya. Gadis itu memeluk ibunya dengan menangis diperlukannya.

"Maafin Alisha mah." Ujarnya.

Adel mengangguk menanggapi nya. Wanita itu melepaskan pelukannya dan menatap dalam putrinya.

"Kamu anak mamah, kalau ada apa-apa itu bilang ke mamah." Alisha tersenyum dan mengangguk sebagai tanda jawaban.

"Yang ngizinin kamu gabung didunia gelap kaya gitu siapa?" Tanya Wisnu yang terdengar dingin dan mengintimidasi. Alisha meneguk ludahnya kasar. Mencoba agar dirinya tak setakut itu.

He Returns[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang