•follow sebelum membaca•
-
-
-
Dua remaja yang dipaksa menerima perjodohan hanya karena itu adalah sebuah janji konyol kedua kakek mereka ketika waktu muda.
Alisha Asyandra Maheswari. Gadis yang masih mencintai masalalunya itu dipaksa untuk menerim...
Hi welcome to my story Sorry if the story is not what you imagined Don't forget to vote and comment💟
*Koreksi jika ada typo! *Maaf jika ada kesalahan/ketidak sambungan dari bacaan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading 🌻
ಠᴥಠ
Brak
Pintu ruangan terbuka, menampakkan seorang lelaki dan dua gadis seumuran dengan Alisha. Dengan beberapa orang dibelakangnya. Jaket kulit yang mereka pakai terdapat logo.
"black butterfly." Gumam Stella lirih membuat sekujur tubuhnya melemas
'Black Butterfly' nama sebuah mafia terkenal dipenjuru dunia. Yang didirikan di Italia, oleh seorang pria bernama kan Vernando Maheswari, ya itu nama opa Alisha. Namun sayang sekali, nama pendiri dan yang menyandang sebagai leader opa Alisha tentunya itu, dirahasiakan dari publik, anggotanya pun hanya inti yang mengetahui nama asli darinya. Nama pendiri sekaligus leader Black Butterfly dikenal dengan nama mr. VM. Beberapa tahun lalu, dunia telah digemparkan dengan berita jika mafia tersebut telah hilang dari muka bumi ini. Namun siapa sangka jika mereka mulai merahasiakan tentang mereka dari publik.
Alisha sendiri telah bergabung ketika gadis itu menginjak kelas 10, namun tak mudah bagi gadis itu untuk membujuk sang opa untuk bisa bergabung di Black Butterfly. Setelah beberapa kali percobaan membujuk sang opa, Alisha pun tergabung dalam mafia itu, bersama dua sahabat Alisha, Naila dan juga Ana. Ketiga gadis itu sebelumnya memang sudah matang sekali dalam bidang bela diri. Dan setelah tergabung dalam perkumpulan mafia itu, semakin bertambah kemampuan mereka dalam bela diri maupun tembak menembak dan lainnya.
(Back to topic)
"welcome to our game." Ujar Alisha yang telah terlepas dari ikatannya karena dibantu oleh naila.
"Alisha lo!" Stella dengan sekuat tenaga menahan agar dirinya tak terlihat takut.
"Kita hanya ingin bermain sayang, jangan takut." Bisik Alisha tepat di telinga Stella.
Brak
Pintu terbuka menampakkan lima remaja berjenis kelamin lelaki itu yang menganga lebar melihat apa yang terjadi didepannya, Stella yang terduduk manis dilantai kotor dengan tubuh gemetar_ ralat, sebab melihat lambang dan logo yang tertera dijaket yang dipakai beberapa orang didepannya itu.
"Black Butterfly?" Gumam lirih Devian.
"Hai boy." Sapa Alisha pada Devian yang masih termenung.