Chapter 18

965 89 3
                                        

Hi welcome to my story
Sorry if the story is not what you imagined
Don't forget to vote and comment💟

*Koreksi jika ada typo!
*Maaf jika ada kesalahan/ketidak sambungan dari bacaan.

Happy reading ❣️

ಠᴥಠ

Dev." Alisha menghampiri Devian yang tersungkur ditanah.

"Gak apa-apa Al, balik ke mobil sekarang!"
Alisha menggelengkan kepalanya.

"Waw,cewek lo Dev?buat gue aja gimana?"
Ucap Gagas pada Devian dengan menggoda Alisha.

"Dih sapa lo?!berani benget mau rebut gue!" Ucap Alisha sewot.

Gagas menghampiri Alisha yang masih berdiri disamping Devian. Ia mengitari keduanya, ia melihat badan Alisha dari atas hingga bawah.

"Cantik juga cewe lo." Gagas tersenyum miring.

"Ya iyalah gue cantik, napa lo doyan sama gue?!" Ketus Alisha membuat Devian tambah jengkel.

"Kalo iya gimana cantik?" Gagas mengedipkan sebelah matanya.
Alisha menatap jijik pada gagas. Gagas hendak meraih tangan Alisha langsung ditepis kasar olehnya.

"Uh, galak banget si." Gagas masih gencang menggoda Alisha ketika Devian masih lemas. Tangannya terulur kembali menyentuh kulit tangan Alisha.
Tanpa ba-bi-bu Alisha langsung mencekal lalu menendang masa depan Gagas, yang membuatnya seketika terduduk lemas kesakitan. Anak buah gagas yang melihat ketuanya lemas seperti itu pun langsung menggotong pergi ketuanya.

"LO, GUE BAKAL DAPETIN LO!" Teriak Gagas pada Alisha, namun Alisha hanya tersenyum mengejek.

"Pinter banget cewe gue." Devian tersenyum bangga. Sedangkan Alisha, gadis itu sudah tertawa. Alisha menghentikan tawanya, ia menghampiri Devian, ia berjongkok didepannya. Tangannya terulur untuk memegang luka di pipinya.

"Sakit ya?"

"Engga kok." Ucap Devian dengan tersenyum lembut, memegang tangan alisha yang masih berada dipipinya.

"Ayo ke mobil." Ajak Devian, Alisha hanya mengangguk patuh. Mereka berdua berjalan menuju mobil yang terparkir dipinggir jalan.

Devian mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Alisha yang mengingat jika di kursi belakang ada kotak P3K pun mengambilnya.

"Sambil aku obatin mau?" Tanya Alisha, Devian pun mengangguk. Dengan telaten Alisha mengobati luka Devian, Devian pun sesekali meringis.

"Kita balik aja yuk." Ucap Alisha.

"Kenapa?" Tanya Devian.

"Muka kamu." Devian tersenyum mendengar ucapan Alisha.

"Gak apa-apa, ini gak sakit." Alisha hanya menghela nafas sabar.

Setelah beberapa saat, kini mereka berdua berada di sebuah cafe yang menurut Alisha begitu indah dekorasi nya. Devian menggandeng tangan Alisha masuk ke dalam. Mereka duduk disalah satu bangku yang berada disana. Alisha mulai memesankan makanan untuk mereka.

He Returns[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang