24•Ketenangan✔

329 28 11
                                        

'Tenang ada aku di sini'

_SgaraStvenGvriel_

o.0.o

"Morning, cantikku."

"Morning, kakak es." sapa Lova kepada Gara, yang datang dengan tangan yang membawa bubur dan buah-buahan. Ntahlah sejak kapan Gara menjadi bucin seperti ini.

"Gimana keadaannya? Udah mendingan hm?" tanya Gara, yang berdiri di samping tempat Lova berbaring.

Lova mengangguk dan memberikan senyuman manisnya. "Udah. Kata dokter dua hari lagi bisa pulang."

Gara mengusap rambut Lova pelan. Kejadian kemarin belum bisa ia lupakan. Dimana Lova yang polos nan lugu, menjadi incaran dua geng yang berusaha menjatuhkannya. Bayangan Lova dengan tubuh yang gemetar melihat darah berkali-kali masih memutar jelas di dalam pikirannya.

"Va, maafin gue, ya, gue gagal jaga lo. Karena gue lo jadi masuk rumah sakit."

Lova tidak tega melihat laki-laki di depannya ini, dari matanya memperlihatkan penyesalan.

Lova memegang tangan hangat Gara dengan gerakan pelan. "Kakak es nggak salah, di sini yang salah Lova, Lova nggak hati-hati waktu itu. Dan ini semua juga bukan rencana kakak, so, jangan salahin diri sendiri ya, Lova nggak suka lihatnya."

"Gue bakal cari pelaku di balik semua ini." Gara mengecup kening Lova lama.

Diruangan itu hanya terdapat mereka berdua. Lenna sedang menggurus keperluan suaminya Aksa di rumah, dan Harsa ada kelas jam pagi.

Tanpa mereka sadari, beberapa menit yang lalu sahabat-sahabat mereka datang secara bersamaan. Raka dan Clara dengan jahilnya merekam aksi Gara mencium kening Lova.

"PENGEN NGGAK?! PENGEN NGGAK?! PENGEN NGGAK?! PENGEN LAH! MASA ENGGAK!!" teriakan Faro memberhentikan aktivitas Gara.

Gara menoleh kearah pintu. Disana sudah terdapat Faro, Raka, Arga, Aurell, Clara, dan Audy, yang berdiri dengan tatapan menggoda.

"Ekhm, enak ye pagi-pagi kagak ikut di hukum pak buncit, malah mantap-mantapan disini!" cibir Faro, yang berjalan kearah sofa lalu duduk.

"Mantap-mantapan pala lu!" protes Gara.

Sedangkan Lova hanya tersenyum melihat semua sahabatnya.

"Kenapa kalian disini semua?"

Clara menghampiri tempat Lova berbaring. "Noh tanya sama si Raka."

Lova menatap Raka yang sedang asik memakan pilus sukro. "Kalian bolos semua kak?" tanya Lova kepada Raka.

Raka hanya mengeluarkan cengiran kuda khas nya. "Bukannya bolos. Cuma keluar diem-diem."

"Sama aja podoh!" cibir Gara lalu melemparkan kulit kacang.

***

"Ah bangsat! Pusing banget kepala gue!" rintih Kean.

"Lu minum berapa gelas bego!"

"7 gelas dia." jawab Yura dengan tangan yang memegang minuman kaleng.

Dion menggelengkan kepalanya melihat kondisi bosnya saat ini. "Mati mampus lu!"

GARAVACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang