'Aku berjanji,
akan menghapus semua jarak di antara kita.
Walaupun sebesar apa resikonya!'
_•SgraStvenGvriel🍃•_
0.o.0
Saat setelah kejadian bullying itu selesai. Membuat Lova menatap lurus kedepan, dengan pandangan kosong. Ntah apa yang di pikirkan nya, ada satu hal yang membuat Lova seperti ini.
Darah. Lova takut dengan darah, setiap kali dirinya melihat darah. Lova akan menjadi seperti sekarang, ini yang membuat keluarga Lacerta khawatir dengan keadaan Lova.
"Lova udah ya nggak usah di pikirin lagi, yuuk gue anter pulang!" seru Raka. Sahabat Lova yang sudah pulang, bukanya mereka tidak mau menemani Lova, tetapi Lova yang meminta mereka agar pulang terlebih dahulu, dan Gara yang pulang terlebih dahulu karena mendapat telpon dari rumah. Raka mengalah untuk mau mengantarkan Lova, ia juga ikut prihatin dengan keadaan Lova yang sekarang.
"Hikss, kak Raka! Lova takut hikss, Lova takut ka!" tiba-tiba tangis Lova pecah, Raka yang melihat Lova menangis seketika menjadi panik.
"Eh-eh Lova kenapa, husstt-husstt. Kok nangis kenapa?" entah ada apa tiba-tiba, sikap dan suara Raka lembut saat melihat keadaan Lova yang menangis, dia tidak tega melihat gadis ini menangis. Setiap waktu wajah Lova terhiasi senyum manisnya, lain dengan sekarang. Yang di penuhi akan isakan. Lova yang jatuh di pelukan Raka, membuat darah mengalir begitu cepat di dalam tubuh Raka.
"Inget punya nya si bos! Jangan di ambil, kalo masih mau hidup!" batin Raka.
"Lova takut darah ka! Hikss"
"Udah ya udah! Ayok sekarang kita pulang, udah jam 03.15" ujar Raka, Lova pun mengangguk sebagai jawaban setuju.
***
"Lova pulang!!"
Lova segera masuk, ingin rasanya dia beristirahat di kamar, dan menggulung tubuhnya dengan selimut panda.
Harsa mengerutkan kening nya, saat melihat kodisi Lova. Rok yang tak utuh, baju yang masih sedikit basah, dan pipi yang memerah. Kenapa dia?.
"Loh va, kamu kenapa?" tanya Harsa.
"Tadi Lova di bully, sama kakak kelas Lova" kesadaraan Lova pergi entah kemana, saat dirinya mengatakan hal tersebut.
Harsa berdiri, dan menarik Lova untuk duduk di shofa. Tak di sengaja rok Lova terangkat, dan terpampanglah perban yang cukup panjang.
"Ini kenapa?"
"Hm itu bang... tadi anu-" mulut Lova tak bisa berbicara apa-apa.
"Jawab yang bener!"
"Tadi rok Lova di gunting sama kakak kelas Lova, terus nggak segaja paha Lova terkena ujung guntingnya. Maafin Lova ya bang!!" ucap Lova dengan suara kecil.
Harsa masih bisa mengatur emosinya, dia tak mau membuat Lova takut dan menangis.
"Lova tau siapa nama yang bikin Lova kaya gini?"
"Tadi Lova sempet lihat name tag nya, kalo nggak salah Ayyura Jessie Zid...zid. Lova lupa bang"
"Zidane, ya! Nama marga nya sama dengan Keano Galang Zidane!"
Setahu Harsa Kean memiliki kembaran yang bersekolah di Sma Berlian, dan feeling Harsa yakin bahwa saudara kembar Kean yang melakukan ini.
"Abang kenapa? Abang marah ya sama Lova? Maafin Lova ya bang!!"
"Nggak abang nggak marah sama Lova. Sekarang Lova istirahat ya! Abang mau pergi ke rumah temen, bunda sama ayah bentar lagi pulang kok!" Lova hanya mengangguk kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARAVA
Teen Fiction•USIKANMU AKHIR HIDUPMU• Itulah slogan yang sudah berdiri dari awal SARKA muncul. Bukan hanya satu dua kali segala masalah berdatangan, tetapi berkali-kali hanya untuk menjatuhkan SARKA dan membalaskan dendam yang belum tuntas. Perjalan seorang lak...
