16•Iya, Sayang?✔

820 67 40
                                        

'Sembuhku,
Saat datangnya dirimu'

_•SgaraStvenGvriel🍃•_

o.0.o

Jantung Lova berdetak lebih cepat dari biasanya, saat mendapat telfon dari Harsa kemarin.

"Ayo pak, lebih cepat!" pinta Lova, dengan mata yang hampir berkaca-kaca.

"I-iya non,"

Entahlah Lova sendiri tidak tahu. Mengapa dirinya sekhawatir ini terhadap Gara. Rasa khawatir itu tiba-tiba datang, saat Lova tahu kalau Gara sedang tidak baik-baik saja.

***

Hampir 20 menit perjalanan, akhirnya Lova sampai di Rumah Sakit, tempat di mana Gara di rawat. Dengan tergesa-gesa Lova berlari menuju lantai 2. Ia sendiri juga heran mengapa dirinya sekhawatir ini?

Lova menatap pintu yang bertuliskan R.Mawar nomor 5. Lova kembali mengatur nafasnya dan bersiap untuk mengetuk pintu putih tersebut.

Tok
Tok
Tok

Selang bebarapa detik pintu terbuka, dan menampilkan Faro yang berdiri dengan bantuan tongkat.

"Siapa?" tanya Arga, dari dalam.

"Calon bu Bos," ucap Faro, Lova hanya tersenyum.

"Suruh masuk gih." perintah Raka.

Saat Lova masuk, Lova di suguhkan pemandangan yang membuat dada Lova sesak. Raka dan Faro, yang di temani tongkat yang membantunya berjalan, Arga yang duduk di kursi roda, dan Gara yang tertidur pulas di atas kasur dengan infus yang menempel di tanganya.

Arga memberi kode, agar kedua sahabatnya memberikan ruang untuk Lova dan Gara. Raka dan Faro paham dengan kode kedipan Arga.

"Emhh, demesz kita ke kamar samping dulu ya. Kalu ada apa-apa panggil aja." ucap Raka.

Memang di rumah sakit ini setiap kamar di masuki oleh 2 pasien. Seperti kamar Gara dan Arga, yang bersebelahan.

Lova mengangguk dan tersenyum.
"Ya. makasih, kak,"

Lova berjalan pelan kearah Gara. Matanya sudah berkaca-kaca, saat melihat luka yang menjadi lukisan wajah Gara untuk saat ini. Lova duduk di kursi yang berada di samping Gara.

"Kakak es," panggil Lova dengan suara yang bergetar.

Tak kunjung bangun, Lova berusaha untuk membangunkan Gara dengan cara mengusap kepala Gara.

"K-kakak es," sungguh seperti ada belati yang menusuk dada Lova saat ini.

"Enghh" Gara berusaha membuka matanya, saat merasakan usapan lembut di kepalanya. Gara membuka mata secara perlahan, dan menoleh kearah Lova.

"Lova," ucap Gara.

Lova mengangguk sambil tersenyum, dan disaat inilah air mata Lova terjun dengan bebas. "Kakak es kenapa? Ngapain berantem?" ucap Lova dengan suara lembut.

Gara tersenyum tipis. Saat melihat kekhawatiran Lova, yang tercipta dari matanya.
"Gak papa. Buat olahraga doang,"

"Kan jangan berantem juga, kalo udah kaya gini kan sakit."

GARAVACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang