'Di dekat mu? Aku bahagia.
Jauh darimu? Oh tidak, aku ingin selalu berada di sampingmu'
_•QuennaArllvaLcrta🍃•_
o.0.o
Sepucuk surat berada ada di loker Lova. Lova sempat mengedarkan pandangan, untuk mencari tahu siapa pengirim surat berwarna pink jambu ini.
Dengan ragu Lova membuka surat tersebut secara pelan-pelan. Semoga bukan teror, semoga bukan bercak darah, semoga bukan foto hantu, batin Lova.
Dan ya, hanya terdapat tulisan dan tanda tangan seseorang. Lova menekuk keningnya. Siapa yang mengirim ini? Apakah fansnya, sejak kapan dirinya mempunyai fans?.
Teruntuk pemilik mata indah.
Nanti malam temenin gue ya. Kita pergi ke suatu tempat.
Lo tinggal siap-siap aja nanti malam jam 8, gue jemput.
Gak usah dandan yang cantik, karena lo udah cantik di mata gue.
Jumpa nanti malam, my Princess♡
Dari, orang es.
Lova tertawa geli membacanya. Ia sudah mengira, bahwa Gara tak pandai dalam merangkai kata-kata bucin untuknya.
***
"Misi ini neng sempolanya," ucap mang toni, penjual sempolan Sma Berlian.
"Makasih mang" ucap Audy.
Mereka terlalu sibuk dengan sempolan dan handphonenya. Sampai-sampai tak sadar bawha Gara dkk, sudah berdiri di samping meja mereka.
Tangan Audy terhenti saat merasa sempolanya tidak masuk kedalam mulut sang empu, melainkan ke dalam mulut Faro. Mata Audy menlotot ke arah Faro.
"FARO!!! Lo itu ya! Itu sempolan gue, ngapain lo sosor!" teriak Audy.
Faro hanya tersenyum manis
"Mending juga sempolan yang gue sosor, bukan orangnya"
"Apa lo bilang hah?!!!" pekik Audy, yang hendak berdiri.
Lova memegang pundak Audy, bermaksud untuk menenangkan sahabatnya.
"Audy, udah dong jangan beranten sama kak Faro! Malu tau di lihatin." ucap Lova, sedikit berbisik.
Audy duduk dengan keterpaksaan. Sedangkan Faro? Ia tersenyum penuh kemenangan. Fyuhh, untuk ada demesz batin Faro.
"Boleh gabung?" tanya Arga.
"Boleh kok kak" jawab Clara.
Mereka ber4 duduk berhadapan, dan saling memandang satu sama lain. Sampai akhirnya Raka angkat suara.
"Far, anterin gue yuk," pinta Raka, kepada Faro.
Faro menoleh
"Kemana?"
"Nyari"
"Nyari apaan dah? Nyari mamah muda? Di tempat dugem noh banyak, tinggal milih. Mau yang bahenol, atau yang body gitar spanyol, atau yang kinyis-kinyis ada semua di sana mah." ucap Faro ngasal.
"Cangkem mu!! Anterin gue nyari, odadingnya mang Sholeh. Mau ngebuktiin gue. Emang iya rasa nya hm, kali aja yekan gue bisa jadi iromen hm. Terus mau ngebuktiin juga, emang rasanya anj*ng baget baget baget"
KAMU SEDANG MEMBACA
GARAVA
Teen Fiction•USIKANMU AKHIR HIDUPMU• Itulah slogan yang sudah berdiri dari awal SARKA muncul. Bukan hanya satu dua kali segala masalah berdatangan, tetapi berkali-kali hanya untuk menjatuhkan SARKA dan membalaskan dendam yang belum tuntas. Perjalan seorang lak...
