5•Kakak Es?✔

2K 165 45
                                        

'Boleh kah ku anggap kau, sebagai pelindung dan penyelamat ku?'

_•QueenaArllvaLcrta🍃•_

0.o.0

Jam beker berbentuk panda berbunyi, untuk membangunkan sang pemilik mata coklat dan rambut hitam.

"Enghhh...." lenguh Lova sambil merentangkan badan.

"Pagi Piki!" di sapanya pada boneka panda, berukuran besar melebihi badan Lova.

Lova berjalan menuju kamar mandi, dengan alas sandal bulu bermotif panda. Cukup 15 menit Lova membersihkan diri, di ambilnya bedak bayi dan lipbalm untuk menghias tipis wajah cantik nya.

"Oke Lova kamu cantik hihi" kekeh Lova.

"MORNING FAMILY!!!" pekik Lova, sembari menuruni tangga.

"Gak usah tereak-tereak ngapa! Suara kamu fales!" cibir Harsa.

"Fales itu apa bang?" tanya Lova polos.

Harsa menghela nafas pelan, Harsa takut jika kepolosan adik nya ini, menjadi sasaran para fake friend. Harsa tidak mau jika kejadian dulu terulang kembali. Di mana Lova kecil yang selalu di mintai uang kesana kemari.

Ia mencoba untuk membuat lelucon
"Fales itu makanan. Kamu mau?, rasanya enak loh!"

Mata Lova berbinar ketika mendengar kata makanan.
"Mau dong!! Bunda bikinin Lova fales ya! Yang enak tapi" pinta Lova kepada Alena.

Alena tersenyum kikuk, mendengar permintaan putri nya.

"Iya sayang. Kamu duduk dulu ya, terus diem! Biar nggak ada gunung meletus di rumah ini" ucap Alena sembari melirik Harsa yang tengah menahan kekesalan nya, terhadap Lova.

Lova memandang Harsa dengan wajahnya yang memerah.
"Loh abang kenapa? Kok muka nya merah. Kepedesan ya! Nih minum dulu" Lova mencodongkan gelas berisi air putih.

"Lova, Sekarang kamu makan yang banyak. Supaya abang nggak makan kamu"

"Emang abang bisa makan Lova?" tanya Lova dengan kepala yang di miringkan ke kanan.

Harsa berdecak
"Ck! Serah situ anak tokek!"

Lova melotot mendengar ucapan Harsa
"Ishh. Lova bukan anak tokek abang! Lova tuh anaknya bunda Alena!"

"Makan sekarang, telat 5 menit aku tinggal!"

"Untung abang!" gerutu Lova.

Setelah menghabiskan makanan, Lova segera berpamitan dengan Alena dan Arsa.

"Yah, bun Lova pamit dulu ya!" ucap Lova.

Arsa mengganguk
"Iya! Hati-hati ya!

***

Hari Senin?, hari yang paling malas untuk di jalani. Dimana harus berdiri dengan tegap, tertib di tengah-tengah halaman.

Lova yang sedang menelusuri koridor untuk menuju ke kelas nya, tak di sengaja menabrak seorang siswa, yang membawa berbagai buku. Dan parah nya lagi buku yang paling besar jatuh dan menimpa kepala Lova.

BUGGH.

"Aww..." ringis Lova sembari memegangi kepala nya, yang sedikit pening.

"Aduuh kak maafin Nisa ya! Nisa nggak sengaja tadi" ucap Nisa seraya membantu Lova untuk berdiri

Lova tersenyum tipis dan mengangguk
"Ya! Lova nggak papa kok"

"Beneran tadi Nisa nggak sengaja!"

GARAVACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang