'Jaga jarak dengannya.'
_SgaraStvenGvriel_
o.0.o
"Eh lu tau murid baru itu nggak sih? Gila cakep banget, mana langsung deket sama anak sebelas lagi."
Rumor tentang murid baru yang di ketahui bernama Rehin itu langsung membuat seluruh murid SMA Permata.
"Tuh denger bos. Hati-hati di tikung di sepertiga malam loh dedenya, sama anak baru." ucap Faro sambil menunjuk seorang laki-laki yang sedang meminum air putih, dengan dagunya.
Raka yang sedang sibuk mengupas kacang kulitnya juga ikut menimbrung. "Nah tuh hati-hati. Tikungan sepertiga malam tuh sangat mujarab loh bos. Apa lagi kalo di kasih semburan air kumur, meh langsung nyantol. Buat para readers boleh di coba. Tapi jangan di coba ke idol kalian, sangat melanggar hukum buku perjodohan! Ingat gak boleh nawar!"
Faro mendorong keras bahu Raka sampai bergeser, setelah mendengar ucapan Raka. "Sakit bego!" Raka menjambak jambul Faro.
Ya entah ajaran dari mana Faro sekarang mempunyai jambul di rambutnya.
"Tapi kalo di lihat-lihat si Rehin-Rehin itu cakep njing!"
Raka menabok mulut Faro memakai botol yang sudah kosong. "Anjingnya ga usah keluar juga kali njing!"
"Lu sama aja njing! Pinter banget sih jadi cowo, bego dikit lah biar sama rata." protes Faro.
"Lu kalo mau bego jangan ajak-ajak deh, gue udah deketin Arga ya supaya ke-transfer pinternya." ucap Raka yang langsung merangkul Arga dengan bangganya.
"Kalian homo?" beo Faro.
"LAMBEMU!" Arga langsung berpindah tempat duduk, yang tadinya duduk di sebalah Raka menjadi di sebelah Gara.
"Siapa yang jadi ukenya? Raka?" goda Faro sembari menatap Arga jahil.
Arga mengubah ekspresi wajahnya. "Kalo gue homo, terus Aurell apa? Gw masih doyan lobang ye! Bukan batang!"
"Eh tapi beneran loh Raka tampang-tampang uke."
"Kiw dek uke, sini mas semein nanti kita ke jerman." lanjut Faro dengan tangan mengelus-elus paha Raka.
"Ini nih efek kelamaan ga laku." Raka mengjauh dari Faro, yang sedang menggodanya.
"Gak usah malu-malu, gue jago kok tenang aja." Faro mengedipkan matanya ke hadapan Raka yang sedang berusaha menjauhinya.
"Kenapa mata lu? Kutuan? Bisulan?" tebak Raka, yang menggeliat melihat tingkah aneh Faro.
"Dosa kamu dek!"
"Gue masih berharap jadi pasutri ya bukan pasusu!" cemoh Raka.
Faro menautkan kedua alisnya. "Pasusu apaan njem? Pala susu susu?"
Raka menjitak kepala Faro saat Faro menekan kata susu. "Pasangan suami suami njing! Heran mesum mulu yang ada di otak lu!"
"Kurang belaian gue makanya kek gini." adu Faro.
"PANTES." ucap Arga, Raka, dan Gara secara bersamaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARAVA
Teen Fiction•USIKANMU AKHIR HIDUPMU• Itulah slogan yang sudah berdiri dari awal SARKA muncul. Bukan hanya satu dua kali segala masalah berdatangan, tetapi berkali-kali hanya untuk menjatuhkan SARKA dan membalaskan dendam yang belum tuntas. Perjalan seorang lak...
