9•Mulai Peduli?✔

1.5K 139 86
                                        

'Percayalah aku akan baik-baik saja. Saat kau datang,
untuk menolong ku'

_•QueenaArllvaLcrta🍃•_

0.o.0

"Va! Udah belum"

"Bentar lagi, Dy! Lagi ngiket rambut"

Lova keluar, dengan pakaian olahraga nya. Rambut yang dikucir kuda. Menambah kesan cantik untuk Lova.

"Ayook! Berangkat" ucap Lova, dan di angguki oleh Audy. Sedangkan Clara dan Aurell, mereka sudah berada di lapangan sedari tadi.

Di tenggah-tenggah koridor, Lova dan Audy tak sengaja bertemu dengan tim inti Sarka. Penampilan yang urakan membuat seluruh murid, enggan untuk mencari masalah terhadap sang empu.

"Nikmat mana yang engkau dusta kan, tuhan." ucap Faro, sembari mencodongkan tangannya ke atas

"Woii! Inget punya nya si bos!" tegur Arga, dengan senggolannya.

Gara memperhatikan Lova, dari atas sampai bawah. Dan pada saat di daerah atas, mata Gara terhenti di leher putih Lova.

"Glekk (menelan saliva)? pen nerkam!" batin Gara.

Gara mengedarkan pandangan. Dilihatnya semua para laki-laki, memperhatikan Lova dengan tatapan penuh nafsu. Sontak Gara langsung berjalan ke arah belakang Lova.

Dilepasnya ikat rambut, yang mempersatukan beribu surai hitam tsb. Wangi vanila masuk kedalam indra penciuman Gara.

"Kak es! Kok di lepas sih. Lova kan gerah tau!" protes Lova.

Gara hanya memasang watados nya. Kaki Gara melangkah mendekati Lova, yang membuat Lova memundur pelan-pelan. Sampai akhirnya Lova sudah menabrak tembok. Sahabat-sahabat mereka, hanya membulat kan mata, dan mengangga dengan apa yang di perbuat oleh sahabat nya.

"Astaghfirullah! Bos jangan bos! Anak orang itu!" pekik Raka.

"Aduuh!! Jangan di jebolin elah. Masih unyu-unyu tau bos, kan sayang!!" timpal Farao.

"Eh kak! Jangan Lova ya. Dia tuh masih polos!" ucap Audy.

"Woyy Gara! Ngucap-ngucap! Ayook sadar. Lo kerasukan setan toilet yee?!" ucap Arga.

"Jangan gitu elah! Gue belum siap jadi om dari anak-anak lo!" ucap Faro.

Raka menoleh ke arah Faro
"Emang ada yang mau jadi keponakan lo?"

"Wah situ kalo ngomong ya! Suka bener haha!" jawab Faro.

Gara yang semakin dekat di hadapan Lova. Membuat jantung Lova berdetak 2× lebih cepat.

"Jangan pernah lo kincir kuda lagi ini rambut. Atau gue yang akan bertindak! Kalo gue sudah nggak tahan" suara yang serak-sesak basah, di tambah bisikannya yang pas di samping Lova. Membuat bulu kuduk Lova meremang.

"I..iya kak!" jawab Lova

"Princess pintar!" ucap Gara sembari mengelus rambut Lova.

"Cabut!" titah Gara

"Aishh, Lova gerah banget!" eluh Lova, dengan tangan yang mengipas-ngipas wajahnya.

"Dah lah terima nasib hihi"

***

PRITTT

"Ayo semuanya baris sesuai kelompok!" pekik pak Komar.

Kelas MIPA 2, di bagi menjadi 4 kelompok. Dan Lova masuk kedalam kelompok ke 3. Yang beranggota kan Aurell, Sani, Laras, Lova, dan Tian.

"Rean! Kamu pimpin pemanasan dulu. Bapak ada urusan sebentar" suruh pak Komar.

GARAVACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang