'Rasa aman ku, ketika berada
di dekat mu'
_•QueenaArllvaLcrta🍃•_
0.o.0
Hari-hari Lova berjalan dengan lancar, dan sekarang menjadi hari kedua Lova di SMA Berlian. Dirinya bersyukur mempunyai sahabat yang selalu ada di samping nya.
Dan di sini lah dia, berdiri di antara beribu buku yang mengelilinginya. Sambil berjalan dengan mata yang menelusuri setiap buku yang berjajar rapih.
"Yeeyy ketemu!!" pekik Lova.
Lova dan Clara tengah berada di perpustakaan, untuk mencari buku sejarah yang bersampul kuning.
"Yaudah yuk balik kelas." ucap Clara di angguki oleh Lova.
Di sela-sela Lova berjalan untuk menuju ke kelas nya, banyak yang Lova tanyakan tentang SMA Berlian.
"Terus nih ya, kalau kita perpisahan sih biasanya kepala sekolah ngadaiin pentas gitu, atau nggak cuma manggil salah satu band. Kalo tahun kemarin sih Berlian manggil band Ungu buat ngisi acara perpisahan," jelas Clara.
"Owh gitu," Lova hanya memanggut-manggutkan kepalanya.
Lova yang asik dalam pembicaraan, dan tak fokus dengan jalan. Tak di sengaja Lova menabrak seseorang dari berlawanan arah. Tubuh Lova sedikit terhayung ke belakang.
"Kalo jalan tu pake mata dong!!" bentak orang tadi, yang bisa di panggil dengan Hendra.
"Maaf Lova nggak lihat tadi," cicit Lova.
"Masih adek kelas aja belagu lo! Dasar!" tangan Hendra melayang dan hendak menampar pipi Lova.
Clara yang tak bisa berkata-kata, hanya bisa memeluk Lova dari samping.
"Jangan sok jadi yang terpandang deh lo!" ketus seseorang degan suara berat nya.
"Maaf bang dia nya yang salah, nabrak duluan."
Gara mengangkat satu alis nya.
"Tapi udah minta maaf kan?"
Hendra mengangguk kikuk.
"I-iya udah, gue permisi dulu,"
"Wah minta di gibeng tuh bocah!" pekik Faro.
"Iya noh, nggak tau apa kalo si bos tuh karnivora!" celentuk Raka.
"Lo ngomong apa barusan?" tanya Gara.
"Hhe nggak kok tadi kita lagi ngomongin, ikan berbadan ayam ya Ka," ucap Faro.
"Iya, eh emang ada ikan berbadan ayam?"
"Lah mana ku tempe!" cibir Faro.
"Hmm kak Lova sama Clara duluan, ya," pamit Lova.
"Ya silahkan neng ti-hati di jalan." pesan Faro dengan kedipan mata.
"Iya kak,"
Faro dan Raka menggeleng-geleng setelah kepergian Lova dan Clara.
Arga menekuk dahinya.
"Ngapa lo?"
"Tuuh murid baru kok imut banget ya! Melebihi Gegel deh." ucap Raka.
"Iya tuh pacar gue yang ke 233 aja kalah!" timpal Faro.
Gara yang bosan dengan percakapan para sahabatnya, memutuskan untuk pergi menuju ke kelas.
"Gegel? Murid baru lagi?" tanya Arga.
"Kucing gue bego! Nemu di pinggir jalan." jawab Raka.
Arga memutar bola mata nya malas.
"Kucing aja di kasih nama! Udah nama nya jelek lagi!"
KAMU SEDANG MEMBACA
GARAVA
Teen Fiction•USIKANMU AKHIR HIDUPMU• Itulah slogan yang sudah berdiri dari awal SARKA muncul. Bukan hanya satu dua kali segala masalah berdatangan, tetapi berkali-kali hanya untuk menjatuhkan SARKA dan membalaskan dendam yang belum tuntas. Perjalan seorang lak...
