6•Luka Pertama✔

1.9K 155 73
                                        

'Jangan jauh-jauh dariku!
Karena banyak yang menginginkan mu')'

_•SgaraStvenGvriel🍃_•

0.o.0

Setelah cukup istirahat di uks, dan badan Lova yang sudah membaik. Lova memutuskan untuk mengikuti pelajaran terakhir. Ke 3 sahabat nya, sudah pergi ke kelas sedari tadi. Alhasil Lova berjalan sendiri menelusuri koridor-koridor, telinga Lova yang dapat mendengar bisikan dari beberapa siswa.

'Eh, itu kan tadi yang pingsan!'
'Iya iya, bener! Kok nggak cantik sih?!'
'He'em cantikan juga Yura!'

Lova yang mendengarnya, hanya berjalan dengan Kepala tertunduk, dan jari-jari lentik nya meremas ujung rok. Lova berusaha untuk menyembunyikan mata yang sudah berkaca-kaca.

Tiba-tiba tangan besar memegang tangan Lova, sontak Lova mengangkat kepala dan mata Lova membulat sempurna, saat melihat Gara yang berdiri tegak dengan gaya ala badboy.

"Nggak usah di dengerin!" Lova hanya mengangguk.

"Ikut gue"

Lova yang bingung, saat Gara membawa nya menuju tempat yang tidak Lova kenal.

"Kak kita mau kemana kak?" henti Lova.

Langkah Gara berhenti.
"Rooftop"

"Kan ini masih ada jam belajar. Lova juga mau ke kelas"

"Iya besok. Kalo sekarang lo temenin gue" titah Gara.

"Bentar-bentar, jangan bilang kalo kak es bolos! Hayoo ngaku" ucap Lova penuh selidik sambil berjinjit, untuk menyamakan tinggi nya dengan Gara.

"Gausah jinjit-jinjit! Kalo iya kenapa?"

Lova melotot
"Ihh, kata bundanya Lova nggak boleh bolos-bolos! Ntar nggak naik kelas!" tegas Lova, dengan jari telunjuk yang di angkat, dan di gerakan ke kanan dan kiri. Yang membuat Gara terkekeh akan sifatnya.

"Hahaha, kan aku udah pinter"

"Aisshh! Tau ah Lova marah!" rajuk Lova, dengan tangan yang di lipat di depan dada dan pipi yang di gembungkan.

"Iya-iya bocil!! Nggak bolos lagi kok" jawab Gara sambil mencubit pipi chuby Lova.

"Janji dulu dong!!" ucap Lova, dengan mengangkat jari kelingking nya.

"Iya janji!" jari mereka terpaut, dan mata hitam milik Gara, menetap lekat-lekat mata coklat Lova. Tiba-tiba,

Drett
Drett

"Ganggu aja!" batin Gara.

Gara mengerutkan kening nya, saat melihat nomer tidak di kenal. Tertera di layar hand phone nya.

"Hallo siapa?" tanya Gara tho the point.

"....."

"Bangsat!" umpat Gara.

"....."

Lova bingung, dengan wajah Gara yang berubah lebih tegas dari sebelumnya.

"Kenapa kak?"

Gara menoleh ke arah Lova.
"Lo harus pulang! Dan pulang nya lewat gerbang belakang"

"Kenapa emang kalo lewat gerbang depan?"

Gara mengacak rambut nya kasar
"Gausah banyak tanya! Cepet lo pulang lewat gerbang belakang!. Semua murid sudah pulang 5 menit yang lalu!!"

Badan Lova bergetar, saat mendengar puluhan suara deruman motor, yang memasuki gerbang Belian.

GARAVACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang