19•Kertas Misterius✔

418 34 14
                                        

"Lindungi Aku"

_QueenaArllvaLcrta🍃_

o.0.o

"Hay. sorry, ya, kalo lama. Tadi ban mobil gue kena paku. Jadi gue bawa ke bengkel dulu."

"It's okey."

"Oh ya, Ra, ada apa? Sampe-sampe lo nyuruh gue pulang?"

Yura dan Naura adalah teman lama. Mereka sudah mengenal satu sama lain. Dan menurut Yura, Naura adalah orang yang sangat tepat, untuk membantu melancarkan rencananya. Di tambah notabe Naura, sebagai mantan kekasih Gara. Sungguh kesempatan emas pikirnya.

"Gue ada mainan buat lo, Naura." ucap Yura, dengan smrik-nya.

Naura menautkan kedua alisnya. "Mainan?" beo Naura.

"Ya mainan. Gue tau kalo lo masih sayang sama Gara. Ya, walaupun lo udah pernah khianatin Gara. Dan lo juga nggak bakal terima kalo Gara dekat dengan cewek lain."

"So? Jadi selama ini udah ada yang gantiin gue, di hati Gara selama 1 tahun?" tanya Naura yang belum menyangka.

Yura mengangguk mengiyakan pertanyaan Naura. "Permainan yang gue maksud tadi adalah, dia. Lova, gadis yang berhasil menarik perhatian Gara."

"Tapi lo tenang aja! Gue bakal bantuin lo buat nyingkirin dia. Asalkan lo juga mau bantu gue."

Naura mengangguk antusias.
"Oke, gue akan bantu apapun. Asalkan lo bisa bikin Gara balik sama gue!"

Yura tersenyum licik, lalu jarinya menakan nomor yang tertera nama Farhan.

"Hallo? Lo bisa kesini sekarang. Lokasinya udah gue kirim."

"....."

Sembari menunggu, Yura dan Naura memilih untuk memesan cemilan. Tak sampai 10 menit. Seorang pria menghampiri meja mereka.

"Gimana?" tanynya to the poin.

"Gue mau lo pura-pura jadi murid baru di SMA Berlian mulai besok! Dan usahakan agar lo berhasil mendekati salah satu murid XI Ipa 2 yang bernama Lova. Itu sasaran lo!" ucap Yura dengan jelas.

"Soal itu gampang."

***

"Dek kamu lagi apa?" tanya Harsa kepada Lova.

Lova yang sedang mambaca novel remajanya pun menoleh. "Lagi baca novel bang. Kenapa?"

"Turun ke bawah yuk! Nonton televisi sama Bunda dan Ayah." ajak Harsa yang berdiri di ambang pintu.

Lova membenarkan posisinya menjadi duduk. "Iya bang. Nanti Lova nyusul. Dikit lagi. Nanggung." Harsa mengangguk dan menutup pintu kamar adiknya.

Berselang 5 menit, tiba-tiba handphone Lova bergetar. Di layar tertera nomor yang tidak di kenal menelpon dirinya. Lova yang mempunyai rasa penasaran yang tinggi, memutuskan untuk menganggkat.

"Hallo?" Lova mencoba memulai panggilan, dengan sapaan 'hallo' tapi tidak ada suara sama sekali dari seberang sana.

"Hallo? Ini siapa?" mencoba lagi namun hasilnya nihil, Lova tidak menemukan tanda-tanda orang di sana.

GARAVACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang