'Aku tidak akan menjadikan mu, sebagai tempat pelarian ku.
Di saat dunia ku sedang hancur'
_•SgaraStvenGvriel🍃•_
o.0.o
Jalan Sembada sekarang menjadi riuh, saat 2 motor yang tengah melaju dengan kecepatan di atas rata-rata, untuk menuju garis finish.
"Woooo, ayo bos!! Jangan mau kalah sama Kean!!" teriak Raka dengan keras.
"Ayo bos!! Sedikit lagi!!" pekik salah satu anggota Sarka.
Tepat pukul 01.30, Gara bisa mengalahkan Kean untuk kesekian kalinya. Bukan Gara namanya kalau tidak menerima taruhan Kean.
1 mobil sport, sudah berada di tangan Gara untuk malam ini.
"Wihh, selamat ya bos. Makan-makan jangan lupa lah," ucap salah satu anggota Sarka.
"Okeyy, besok kalian boleh makan apa aja di warung mpok Siti." ucap Gara, semua anggota Sarka bersorak, dan berjabat tangan ala pria.
"Thank ya bro," ucap Arga.
"Yoi"
Seluruh anggota Barka menghampiri tempat Gara dkk.
"Oke, lo menang lagi, dan ini kuncinya," ucap Kean, sembari mengulurkan sebuah kunci mobil.
Gara tersenyum sinis
"Ngaku juga lo akhirnya. Gue harap setelah kekalahan lo yang kesekian kalinya, lo punya malu untuk ngajak gue balapan lagi."
"Jaga omongan lo ya! Gue cuma ngalah, bukan kalah!" sentak Kean, yang tak terima dengan ejekan Gara.
"Ciih. Udah kalah juga, mau sok ngebela diri. Ga punya muka masnya?" ejek Gara, seluruh Anggota Sarka tertawa lepas.
"Anj*ng lo! Oke, lo bisa ngomong seenak hati untuk malam ini. Tapi tunggu kejutan besok, gue bakal bikin Sarka tunduk terhadap Barka!" ucap Kean.
"Siapa takut. Mobil? Buat lo aja anggap aja sedekah, kasian ntar nangis karena kalah," ucap Gara, kemudian menancapkan gasnya dan meninggalkan area balap.
"Shit!"
2 geng tersebut meninggalkan area balap.
"Ka, gue nebeng lagi ya," pinta Faro.
"Hm."
Faro sengaja tak membawa motor sendiri. Toh, dia keluar juga secara diam-diam. Entahlah dirinya tidak tau, akan ada konser atau tidak setelah dirinya pulang nanti.
10 menit perjalanan akhirnya sampai di rumah Faro.
"Gue pulang dulu" pamit Raka.
"Oke, thank ya"
Faro berjalan mengendap-endap layaknya maling. Ia berharap emak dan bapaknya sudah terlelap.
"Ya Allah. Semoga emak bapak hamba udah peluk-pelukan di kamar, dan hamba selamat sampai tujuan. Amin."
Faro berusaha untuk tidak menimbulkan suara sekecilpun.
Jantung Faro berdetak lebih cepat, dan keringat dingin mulai membahasi keningnya. Antara takut ketahuan dan gugup untuk memegang knop pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARAVA
Teen Fiction•USIKANMU AKHIR HIDUPMU• Itulah slogan yang sudah berdiri dari awal SARKA muncul. Bukan hanya satu dua kali segala masalah berdatangan, tetapi berkali-kali hanya untuk menjatuhkan SARKA dan membalaskan dendam yang belum tuntas. Perjalan seorang lak...
