'Semua tentang mu, adalah tanggung jawab ku.'
_•SgraStvnGvriel•_
o.0.o
"Gimana ketemu?"
"Enggak. Gue udah cari di bawah juga nggak ada."
Sekarang Gara sedang mengkhawatirkan cewek yang sedang ia jaga. Gara mengacak rambutnya. Kepalanya di penuhi oleh wajah cewek itu.
Mata penuh akan kekhawatiran membuat anggota SARKA, ikut khawatir akan keadaan princess kecilnya.
"Apa gue telfon bang Harsa aja?" usul Arga.
Gara menoleh. "Lo gila?! Di bakal marah besar bangsat!"
Ntah untuk keberapa kalinya Gara mengacak rambutnya, prustasi."Lova lo kemana?" gumamnya.
***
"LEPASIN LOVA! LOVA MAU KELUAR DARI SINI! LEPASIN HIKS."
Rumah tua ini yang sedang menggurung Lova. Lokasinya yang sangat terpencil, menjadikannya lumayan susah di temui.
"DIAM!!"
Lova menunduk dan menangis. Siapa dia yang berani menculik dirinya? Apa salahnya?
"Kalian siapa?! Kenapa kalian culik aku?! Aku punya salah apa sama kalian?!!" pekik Lova. Dirinya benar-benar sangat takut saat ini. Tidak ada yang melindungi dirinya.
Pria berbadan besar yang menjaga di pintu itu menghampiri Lova. Dan menarik kasar pipinya. "Lo bisa diem gak sih?!"
Dengan keberanian yang Lova kumpulkan, dia meludahi wajah pria tadi. Ia tau ini salah, tapi dirinya juga merasa terancam disini.
"ANJING!!!"
Plakkk.
Tamparan kuat mendarat di pipi Lova. Ia menangis dalam diam, mencoba merendam rasa sakit di sekujur tubuhnya. Ia tidak boleh takut, ia tidak boleh lemah, ia tidak boleh kalah.
Dia meminta maaf kepada semuanya karena telah melakukan ini. Dirinya terpaksa, sangat terpaksa.
Dengan sekuat tenanga Lova menendang pria tadi, dengan kaki nya yang sudah mulai terlepas dari ikatan tali.
Tangannya sibuk membuka ikatan yang melilit pergelangan tangannya. Sakit. Tangannya memerah bahkan berdarah.
Usahanya tidak sia-sia Lova bisa lepas dan keluar dari rumah itu. Berlari menuju depan dengan perasaan yang was-was, membuat Lova tidak percaya diri jika dirinya akan selamat.
"BERHENTI!"
Langkah Lova berhenti. Lova menoleh dan mendapatkan 3 orang pria dengan baju serba hitam. Tak membuang waktu, Lova kembali berlari menuju pintu depan.
"GW BILANG BERHENTI!!"
Dorrr.
Teriakan serta tembakan pistol menghiasi seluruh penjuru rumah. Lova mematung, keberanian yang ia kumpulkan tadi mendadak rubuh, dirinya benar-benar takut sekarang.
Lova membalikan badan mengahap ke 3 pria tadi.
"SIAPA KALIAN?! JANGAN DEKET-DEKET LOVA!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
GARAVA
Fiksyen Remaja•USIKANMU AKHIR HIDUPMU• Itulah slogan yang sudah berdiri dari awal SARKA muncul. Bukan hanya satu dua kali segala masalah berdatangan, tetapi berkali-kali hanya untuk menjatuhkan SARKA dan membalaskan dendam yang belum tuntas. Perjalan seorang lak...
