'Nyawa mu,
memang telah pergi.
Tapi tidak dengan bayangan mu'
_•QueenaArllvaLcrta🍃•_
0.o.0
Gelap, serba hitam, dan tak terlalu besar. Kata-kata itu cukup bisa mendeskripsikan markas geng Barka.
Dimana anggota Barka menghalalkan segala cara, hanya untuk membuat geng Sarka tunduk terhadapnya.
"Hm, gue tau kelemahan Gara dan Harsa" ucap Kean, dengan kaki kanan yang di tumpukan di atas kaki kiri dan jari besarnya mengepit rokok yang hampir habis.
Sandy menoleh,
"Apa? Jangan bilang kalo gadis kecil itu!" tebak Sandy.
"Ya dia! Di mata gue, Lova adalah permatanya Gara dan Harsa. Mereka tak akan membiarkan luka sedikit pun di tubuhnya" ucap Kean, dengan senyum sinis.
"Kita harus ngapa-" belum selesai Sandy berbicara, Salam tiba-tiba muncul.
"Bos, ada Yura di depan" ucap Salam keoada Kean.
"Suruh masuk"
Kalian tidak lupa kan bahwa Yura memiliki kembaran, yaitu Kean.
Di balik sikap Yura yang terus mengejar-ngejar Gara, ada satu rencana yang harus ia kerjakan. Dan itu sungguh penting untuk geng Barka.
Janji yang Kean ucapkan saat Rasya meninggal, itu menjadi tanggung jawabnya sekarang. Di saat dirinya menjabat sebagai ketua geng Barka.
"Mau apa lo?" tanya Kean, kepada Yura yang sudah duduk di samping Sandy.
"Gue tau, lo lagi ngincer cewek yang bernama Lova kan?"
Kean menaikan alis nya
"Dari mana lo tau?"
"Soal itu nggak penting. Sekarang gue bakal bantu lo buat ngelenyapin dia. Dia sudah menjadi penghalang rencana kita untuk membuat Gara tertunduk, dengan Barka
"Gimana caranya?" tanya Kean.
"Ntar gue kasih tau, tapi tidak di sini"
***
"Lova!! Harsa!! Makan dulu!" terikan Alena menggema di seluruh sudut rumah.
"Iya bun! Bentar!" jawab Lova.
Harsa yang mendengar jawaban adiknya, berniat untuk mengajak Lova turun bersama.
Saat di depan pintu bercatkan hitam putih, Harsa dapat melihat Lova dari celah-celah pintu. Boneka panda yang di peluk erat dan tangan yang memegang foto kecil, Harsa sudah dapat menebak apa yang di lakukan oleh Lova.
"Kak Rehan apa kabar?" gumam Lova.
"Baik-baik aja kan di sana?"
"Pasti kakak kesepian!"
"Lova cuma mau bilang, Lova udah bisa naik sepeda sendiri loh!. Kak Rehan tau? Kalo bukan karena kakak, Lova nggak akan bisa naik sepeda. Pasti entar jatuh-jatuh mulu!" senyum penuh kerinduan menghiasi wajah merah Lova, yang tengah menahan sesak di dadanya.
"Lova mau, kakak lihat Lova naik sepada sendiri. Tapi itu mustahil ya kak! Hehe, kan kakak udah tenang di sana" mata Lova tak kuat menahan air matanya, dan seketika bulir bening sukser meluncur di pipi Lova.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARAVA
Ficção Adolescente•USIKANMU AKHIR HIDUPMU• Itulah slogan yang sudah berdiri dari awal SARKA muncul. Bukan hanya satu dua kali segala masalah berdatangan, tetapi berkali-kali hanya untuk menjatuhkan SARKA dan membalaskan dendam yang belum tuntas. Perjalan seorang lak...
